Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 27 September 2017 | 17:53 WIB
  • Aksi Wali Kota Semarang Geber Motor di Pedalaman Kalimantan

  • Oleh
    • Hadi Suprapto,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Aksi Wali Kota Semarang Geber Motor di Pedalaman Kalimantan
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi naik motor menemui para transmigran asal Semarang di pedalaman Kalimantan.

VIVA.co.id – Demi menemui para transmigran asal Kota Semarang, Wali Kota Hendrar Prihadi melakukan aksi tak biasa. Pria yang akrab disapa Hendi itu nekat seorang diri menggeber sepeda motor puluhan kilometer di pedalaman Kalimantan.

Aksi itu dilakukan Hendi untuk menggelar pertemuan dengan delapan kepala keluarga yang bertransmigrasi dari Kota Semarang ke Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, sejak 2012 lalu.

Rupanya jalur berbahaya harus dilewati wali kota yang hobi menunggangi motor trail tersebut. Sebuah sepeda motor milik warga sekitar pun digeber untuk menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju pemukiman warganya. Selain jalur terjal dan berliku, pemukiman itu jauh dari pusat keramaian dan tak bisa dilalui mobil. 

Perjuangan Hendi selama berjam-jam pun berakhir. Sekitar pukul 12.00 ia sampai di pemukiman warga asal Kota Semarang. Seketika sambutan antusias para transmigran menggelora karena telah menunggu sejak pagi. Tak lama, ia pun berbincang-bincang bersama para transmigran.

"Akhirnya sampai juga. Bapak-bapak ibu-ibu pripun kabaripun? (bagaimana kabarnya?)," tanya Hendi, Rabu, 27 September 2017.

Siang itu, warga banyak bercerita tentang pengalamannya merantau di negeri Borneo. Salah satu kisah inspiratif didapat dari transmigran bernama Ridwan (40 tahun). Selama merantau sejak 2012 lalu, ia mengaku telah sukses dengan meraup penghasilan Rp10 juta per bulan. 

Tapi perjuangan Ridwan tidak mudah. Ia mengaku sempat kehilangan salah satu anaknya yang tenggelam di parit. Namun tekadnya cukup bulat dengan serius bercocok tanam dan mengubah lahan kosong yang disediakan menjadi sebuah lahan produktif.

"Begitu sampai di sini saya langsung menangis pak, karena lahan yang harus digarap terkena banjir selama 3 bulan tidak surut. Tapi alhamdulillah itu tidak menyurutkan tekad saya untuk membangun wilayah di sini, " ujar Ridwan. 

Usaha Ridwan membangun daerah di tanah perantauan bahkan berbuah manis. Ia mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu transmigran teladan di tahun 2016.              

Wali Kota pun menginspirasi kisah Ridwan. Ia meminta agar kisah itu bisa menjadi inspirasi transmigran lain yang ada di Kalimantan. 

"Banyak kisah inspiratif yang saya dapatkan dari sedulur-sedulur di sini untuk disebarkan, karena transmigrasi ini kan bukan hanya tentang meningkatkan kesejahteraan atau pemerataan kepadatan penduduk, tetapi juga tentang perjuangan dan pengorbanan dalam membangun Indonesia, " kata Hendrar.