Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 15:35 WIB
  • Lihat Moge Sangar Kesayangan Imam Darto 'The Comment'

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Lihat Moge Sangar Kesayangan Imam Darto 'The Comment'
Photo :
  • Instagram Imam Darto
Imam Darto bersama Edi Brokoli dan motor kesayangannya.

VIVA.co.id – Sejumlah selebriti di Tanah Air dikenal akrab dengan motor gede. Salah satunya adalah Imam Darto, pembawa acara The Comment dan penyiar Prambors. Di dunia otomotif roda dua, namanya dikenal sebagai biker yang benar-benar mencintai modifikasi dan touring.

Usai melego Harley Davidson-nya beberapa waktu lalu, Imam Darto lalu menggunakan Indian Chief Classic besutan 2014. Di antara beberapa motornya, kuda besi itulah yang menjadi kesayangan dan acap digunakan untuk bepergian jarak jauh. Seperti saat touring di Yogyakarta.

Kata dia, perjalanan touring bukan dari Jakarta, namun dari Kota Yogyakarta menuju Gunung Kidul yang jadi tujuan pertamanya.

"Jadi motor gue towing dari Jakarta ke Kota Yogyakarta dan gue jalan ke Gunung Kidul, setelah itu menuju Pantai Sundak bareng Omes dan Edi Brokoli. Nah dari Pantai Sundak gue balik lagi ke Kota Yogyakarta. Waktunya hanya dua jam, setelah itu baru riding lagi ke Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, sekitar lima jam," ujarnya kepada VIVA.co.id.

Imam Darto mengatakan, selama perjalanan menyusuri Kota Gudeg itu, hanya perasaan senang yang memenuhi kepalanya. Yogyakarta di mata Imam Darto terlalu istmewa, karena destinasi yang menarik, mudah terjangkau, serta berbagai diferensiasi lainnya.

"Sebenarnya kita mau ke Pacitan, tapi karena Omesh mengubah rencana karena dia harus pulang, jadi kita lanjut ke Dieng. Untuk cuaca di Yogyakarta selama perjalanan enak, enggak ada kendala apa-apa dan enggak kena hujan juga, allhamdulilah," sambung pria 34 tahun ini yang menamakan Indian miliknya Black Mambah.

Pria yang tergabung dalam gerakan Motor Baik ini mengaku, meski motornya menggendong mesin 1.818 cc, namun dirinya masih merasa nyaman dengan gaya cruiser khas Amerika yang masih dipertahankan.

Sebelumnya Imam Darto gunakan motor custom berbasis Harley Davidson Shovel Head klasik lansiran 1975. Motor itu dia sulap bergaya bobber, dan kini sudah dijual. Kata dia, motor custom yang diberi nama Neng Karom atau 'Kancut Rombeng' dijual karena kenyamanan yang tidak memadai.

"Tertarik bikin custom lagi, tapi nomor satu harus nyaman. Karena saya naik itu (bobber) selalu kehujanan, saya panggil dia Si Kancut Rombeng, jadi saya kehujanan mulu dari depan belakang saja nyiprat. Saya pakai dua hari, di bengkel sebulan, terus baru pakai tiga hari, di bengkel tiga bulan," ujarnya.

Sampai pada akhirnya Imam Darto merasa jenuh dengan moge asal Amerika Serikat itu, karena sekali ke bengkel ia harus merogoh kocek hingga Rp2 jutaan. Pria kelahiran Jakarta, 12 November 1982 akhirnya memutuskan untuk menukar sang bobber dengan Indian Chief Classic lansiran 2014. Nama Black Mambah dia berikan karena bentuknya panjang dan hitam.