Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 17:00 WIB
  • Beda dengan Wuling, Ini Strategi Mobil Merek Korea di RI

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Beda dengan Wuling, Ini Strategi Mobil Merek Korea di RI
Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto Sudibyo
Hyundai i20

VIVA.co.id – Mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) merupakan kendaraan yang paling banyak diminati masyarakat di Tanah Air. Alasannya lantaran kabin yang dihadirkan lebih luas ketimbang mobil-mobil jenis lainnya. Selain itu, ada satu faktor pendukung lainnya mengapa MPV dapat menjadi idola jamak masyarakat. Selain dapat memuat lebih banyak penumpang hingga tujuh orang, struktur pajak MPV beda dengan jenis sedan.

Apabila sedan dikenakan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) hingga 30 persen, sementara MPV hanya 10 persen. Pangsa pasar besar inilah yang kemudian dilirik para jenama-jenama otomotif di Indonesia. Sebut saja Mitsubishi hingga pendatang baru Wuling yang baru saja menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia.

Tetapi berbeda dengan produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai. Mereka di Tanah Air melalui PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) justru nampak menghindar dari ingar-bingar penjualan MPV yang moncer.

Tetapi ada alasan tersendiri mengapa Hyundai tak fokus pada segmen MPV. Menurut President Director PT HMI Mukiat Sutikno, Hyundai saat ini lebih mengacu pada pasar global. Di mana pasar MPV justru terus mengalami penurunan, dan Sport Utility Vehicle (SUV) lah yang terus meroket penjualannya. Artinya, kata dia, hanya Indonesia saja yang masih laris penjualannya.

“Karena MPV, jujur saja kalau kita lihat tetap ada segmennya di dunia, tapi tidak sebesar SUV. Bahkan ada salah satu merek lain yang mengambil produk CKD (Completely Knocked Down) dari Indonesia ke India, akhirnya karena pangsa pasar MPV di India drop sekali akhirnya merek itu mengurungkan,” katanya, di Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kata Mukiat, tren MPV di Indonesia ke depan akan mengalami pergeseran. Semua akan mulai beralih ke SUV. Maka itu Hyundai nampak lebih nyaman dengan tren produk secara global yang dinilai lebih menjanjikan.

“Jadi bukan hanya di Indonesia (tren small SUV) secara internasional global SUV kecil mulai berkembang. Bahkan di Amerika juga, notabenenya kalau kita lihat yang tadinya suka dengan SUV besar sekarang lebih suka yang kompak,” ujarnya.