Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 10:14 WIB
  • Ternyata Mobil Canggih Rawan Dibobol Hacker

  • Oleh
    • Rendra Saputra
Ternyata Mobil Canggih Rawan Dibobol Hacker
Photo :
  • www.worldcarfans.com
Sistem infotainment.

VIVA.co.id – Semakin canggihnya mobil dewasa kini tak selalu memberikan rasa aman yang lebih baik. Mobil terkini memang sudah dilengkapi berbagai fungsi canggih, sebagian besar bahkan sudah menyediakan layanan internet dan akses sosial media. Namun di sisi lain, kehadirannya juga membuat para peretas (hacker) punya cara baru untuk membobol pengaman mobil.

Hal ini pula yang kemudian dikhawatirkan berbagai kalangan termasuk Pemerintah Inggris, hingga baru-baru ini mengeluarkan aturan mewajibkan produsen kendaraan yang menyediakan fasilitas terhubung ke internet untuk memperketat perlindungan siber dari ancaman para peretas. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa 9 Agustus 2017.

Pemerintah mengatakan, kendaraan cerdas yang memungkinkan pengemudinya bisa mengakses peta maupun informasi perjalanan, menjadi target para peretas untuk mengakses data pribadi, mencuri mobil, maupun mengambil alih pengendalian teknologinya. Maka itu, mereka menyebut mobil canggih sangat rawan untuk dibobol para peretas.

Anjuran pedoman yang disampaikan Pemerintah Inggris juga mendorong para insinyur untuk berusaha meningkatkan rancangan keamanan siber saat mereka mengembangkan kendaraan baru.

“Apakah kita akan membuat wi-fi agar kendaraan itu cukup terhubung dengan hotspot, atau melengkapi dengan jutaan kode batang. Intinya sangat penting untuk melindungi mereka (pengemudi dan mobil) dari serangan siber,” ujar Martin Callanan, Menteri Perhubungan Inggris.

Dengan adanya pedoman baru ini, bakal memungkinkan bagi pengemudi untuk menghapus data dan identitas pribadi yang tersimpan di sistem kendaraan.

Pemerintah Inggris juga meminta agar para produsen meningkatkan penjagaan serta perlindungan pengemudi selama berkendara. Bahkan produsen juga diminta melaporkan pertanggungjawaban pribadi pada pemerintah terkait keamanan produk-produknya.

Untuk memuluskan rencana, Pemerintah Inggris telah merencanakan menyusun undang-undang baru yang mengatur asuransi bagi pengemudi mobil pintar. Menurut Pemerintah Inggris, mengasuransikan kendaraan modern akan menjamin perlindungan bagi konsumen jika ada kegagalan teknologi, seperti pada kasus mobil otonom yang banyak tersangkut masalah perizinan di berbagai negara.

Tentunya Kementerian Perhubungan tetap bertanggung jawab pada tugasnya untuk memberi nasihat tentang apa yang harus dilakukan organisasi dari tingkat tertinggi hingga terendah, serta memberi pertimbangan terkait hal teknis maupun upaya-upaya pengembangan.

Laporan: Binteri Afsari/Jakarta