Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 22 Agustus 2017 | 15:16 WIB
  • Kenapa Penjualan Mobil Hibrida di Indonesia Masih Kecil?

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Pius Yosep Mali
Kenapa Penjualan Mobil Hibrida di Indonesia Masih Kecil?
Photo :
  • Autoguide
Toyota Camry 2018. Ilustrasi.

VIVA.co.id – Teknologi hibrida dan full electric akan banyak diaplikasikan pada kendaraan masa depan di dunia. Di Indonesia, mobil hibrida menjadi yang paling memungkinkan untuk dijual dan dipakai masyarakat.

Beberapa agen pemegang merek (APM) mobil, bahkan sudah menawarkan model tersebut kepada konsumen. Namun, sedikit pabrikan otomotif yang menghadirkan jenis Low MPV dan middle dengan teknologi hibrida. 

Model kendaraan hibrida yang ditawarkan hanya terbatas pada jenis sedan, sedan sport, sport utility vehicle (SUV), hingga multy purpose vehicle (MPV) mewah. Padahal, MPV segmen bawah dan menengah lah yang merajai penjualan mobil di Tanah Air. Lantas, mungkinkah banyak beredar Low MPV dengan teknologi hibrida atau listrik murni ke depan? 

Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengatakan, Low MPV dengan teknologi hibrida bukanlah sesuatu yang mustahil diciptakan. "Secara teknologi itu memungkinkan saja. Truk saja ada yang pakai listrik, jadi secara teknologi bisa (Low MPV hibrida)," kata Bob di Jakarta.

Namun, kata Bob, menghadirkan mobil favorit konsumen dengan teknologi hibrida, atau pun full electric harus didukung infrastruktur yang memadai. Jangan sampai, nanti ada masalah saat harus mengisi ulang tenaga baterai. "Harus dilihat juga yang bisa diterima konsumen seperti apa. Kalau misalnya mobilnya pakai listrik, terus ngecas 8-10 jam, nanti repot lah," kata Bob.

Soal penjualan mobil hibrida yang masih rendah, Bob mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Mengenalkan mobil hibrida, atau di masa depan yang menggunakan listrik penuh, masih dibutuhkan waktu.

"Tak gampang meng-introduce, mengedukasi, masih butuh waktu supaya konsumen mau menggunakan. Di Indonesia, saya enggak tahu seberapa cepat. Ini tergantung kemampuan kami untuk mengedukasi tingkat pengetahuan tentang ini," kata Bob.

Di Indonesia, Toyota saat ini menjual dua produk berteknologi hibrida, yakni sedan Camry dan Alphard Hybrid. Selain Toyota, beberapa merek yang menjual produk kendaraan hibrida antara lain Lexus ES 300h dan LS 600hl, BMW i3, Nissan X-Trail hybrid, dan Honda CR-Z. Namun, untuk status Low MPV, sebenarnya sudah ada Diesel Hybrid yang berbanderol Rp219,5 juta. (asp)