Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:05 WIB
  • Belum Ada di Indonesia, Mobil Ini Sudah Laku 30 Unit

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Belum Ada di Indonesia, Mobil Ini Sudah Laku 30 Unit
Photo :
  • Jaguar Land Rover
Range Rover Velar.

VIVA.co.id – PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) sebagai agen pemegang merek mobil Jaguar dan Land Rover di Indonesia akan mendatangkan mobil baru pada September mendatang.

Mobil yang dimaksud yakni Range Rover Velar, sport utility vehicle atau SUV milik Land Rover yang diposisikan di antara Range Rover Evoque dan Range Rover Sport.

Marketing and Communication Manager WAE, Trifena Sri Raharjoe, mengatakan, Velar akan hadir dalam satu varian saja. Namun, konsumen mendapatkan pilihan soal mesin, yakni 2.000 cc yang harganya Rp2 miliar dan mesin 3.000 cc berbanderol Rp2,5 miliaran.

Khusus untuk tahun ini, Indonesia mendapat jatah 30 unit. Dan saat ini, semuanya sudah ludes dipesan. Sebab, keran pemesanan sudah dibuka sebelum peluncuran resmi dilakukan di Tanah Air.

“Kalau ada yang mau pesan lagi (setelah peluncuran), dapatnya tahun depan. Kami buka pemesanan sejak peluncuran di Geneva Motor Show. Saat itu sudah mulai banyak yang cari (konsumen di Indonesia),” ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Rabu 23 Agustus 2017.

Kata wanita yang akrab disapa Nana itu, sebanyak 75 persen pembeli Velar merupakan konsumen baru. Unit yang paling banyak dipesan yakni varian mesin 3.000 cc.

Interior Range Rover Velar.

Interior Range Rover Velar. (Foto: Jaguar Land Rover)

“Ini (kasta Velar) di atasanya Evoque, di bawahnya Range Rover Sport. Bentuknya lebih kecil sedikit dari model Sport.  Kalau yang Plus Edition, warnanya forest grey (abu-abu) dan desain interiornya beda, lebih luxury,” tuturnya.

Menariknya, versi Plus Edition yang menjadi varian paling mewah Velar sudah dipesan sebanyak empat unit di Tanah Air.

Padahal, pihak principal hanya menyediakan dua unit untuk setiap negara. “Semua negara itu dapat jatah dua, termasuk Indonesia. Tapi, konsumen ada saja yang mau. Jadinya kami minta tambah,” ujarnya menambahkan.