Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:39 WIB
  • Bayar Cash Rp100 Juta untuk Pajak Mobil Mewah Itu Tak Mudah

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Yunisa Herawati
Bayar Cash Rp100 Juta untuk Pajak Mobil Mewah Itu Tak Mudah
Photo :
  • REUTERS/Arnd Wiegmann
Lamborghini Huracan. Foto ilustrasi.

VIVA.co.id – BMW Indonesia menanggapi langkah Pemprov DKI Jakarta yang saat ini aktif menyambangi kediaman pemilik kendaraan mewah yang menunggak pajak kendaraan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI, saat ini setidaknya ada 1.700 kendaraan mewah belum dibayar pajaknya.

Product Planning Manager BMW Indonesia, Tami Notohutomo, menyarankan agar pemerintah daerah mempermudah pembayaran pajak kendaraan mewah. Caranya yaitu membuka layanan pembayaran pajak melalui sistem online.

"Saya harap pembayarannya bisa secara online. Jadi, bisa mempermudah, daripada mengantre. Sekarang kan zamannya teknologi, kalau bisa dibayar online akan lebih nyaman," kata Tami di Jakarta.

Namun, meski Pemprov DKI telah membuka layanan pembayaran melalui Bank DKI dan ATM Bank DKI, hal itu dianggap belum bisa mempermudah pemilik mobil mewah untuk membayar pajak. Sebab, nilai pajak yang harus dibayar untuk mobil mewah melebihi batas transaksi.

"Pembayaran via ATM kan juga ada batasnya kan. Mungkin bisa dibuat sistem online banking yang limit-nya sampai Rp100 juta. Saya kurang paham bagaimana caranya, tapi setidaknya bisa mengurangi antrean di kasir," ujarnya.

Seperti diketahui, pajak untuk satu mobil Lamborghini Aventador diketahui sebesar Rp120 jutaan. Sementara, Ferrari lebih murah Rp10-20 juta dari Aventador.