Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 25 Agustus 2017 | 13:56 WIB
  • Pemerintah Sedang Rancang Program Sedan Murah?

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Pemerintah Sedang Rancang Program Sedan Murah?
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Mobil Toyota Buatan Indonesia siap di Eksport ke Luar Negeri

VIVA.co.id – Pemerintah saat ini, memiliki dua rencana besar untuk industri otomotif di Tanah Air. Pertama soal mobil ramah lingkungan lanjutan dari program low cost and green car, atau LCGC, yakni low carbon emission vehicle (LCEV) dan yang kedua mendiskusikan usulan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk menurunkan pajak sedan.

Kedua rencana ini memiliki target masing-masing. Seperti diketahui untuk mobil ramah lingkungan LCEV, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah memberi lampu hijau dan menargetkan 20 persen penjualan mobil nasional pada 2025 mendatang di Indonesia harus beremisi rendah.

Salah satu sumber terpercaya VIVA.co.id yang dekat dengan permasalahan ini (pabrikan otomotif) mengaku sudah membicarakan kedua program tersebut dengan pihak yang berkenaan dengan masalah tersebut. Kata dia, draf --program aturan mobil ramah lingkungan dan pajak sedan-- sudah masuk ke Kementerian Keuangan.

“Dia (pemerintah) enggak mau elektrik dulu, jadi ingin hybrid murah dulu dan mulainya dari small sedan. Jadi, dari sedan kecil dia (pemerintah) mau kembangkan sedan kecil pakai sistemnya IKD (incompletely knocked down),” ujarnya.

Menurutnya, IKD tak digarap oleh industri lokal, namun masuk Indonesia dalam bentuk terurai dan dirakit dengan tambahan beberapa komponen lokal. “Kita kenalnya CKD (completely knocked down) dan CBU (completely built up). Kalau CKD investasi benar-benar bangun pabrik, kalau ini enggak, jadi dia (IKD) hanya assembly saja,” tuturnya.

Kata dia, dalam waktu dekat akan ada sedan kecil murah yang dibuat untuk meningkatkan ekspor, baru setelah itu masuk ke sedan berteknologi hibrida. Ini dianggap penting mengingat nilai ekpor dari pasar sedan saat ini hanya 1,2 persen. (asp)