Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 September 2017 | 10:01 WIB
  • Lagi, Nissan Salah Unggah Status di Twitter

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono
Lagi, Nissan Salah Unggah Status di Twitter
Photo :
  • Twitter Nissan
Twitter Nissan Inggris.

VIVA.co.id – Beberapa waktu lalu, warganet dibuah heboh dengan status Twitter dari pabrikan mobil asal Jepang, Nissan. Dilansir dari Autoevolution, pengelola akun Twitter Nissan India melakukan kesalahan yang sangat fatal.

Peristiwa bermula ketika mobil baru Mercedes-AMG GT R berhasil memecahkan rekor di Sirkuit Buddh International yang ada di Delhi, India.

Mobil yang dijuluki ‘Monster dari Gunung Hijau’ itu berhasil mengelilingi sirkuit dalam waktu dua menit dan 39 detik. Lebih cepat tiga detik dari rekor yang ada saat itu.

Dalam sekejap, kabar mengenai kesuksesan mobil menyebar di media sosial, termasuk Twitter. Dan rupanya, kabar tersebut juga dibaca oleh pengelola akun Twitter Nissan India.

Kebetulan, Nissan juga memiliki mobil sport gacoan yang sering mencetak rekor baru, yakni Nissan GT-R. Karena hashtag yang digunakan di Twitter tanpa spasi, maka pengelola akun mengira bahwa GTR yang dimaksud adalah milik Nissan.

Baca juga: Salah Baca Twitter, Nissan Rayakan Kemenangan Mercedes

Tak lama kemudian, pengelola akun memberikan ucapan selamat atas kesuksesan tersebut. Padahal, ada hashtag lain yang menunjukkan bahwa mobil yang dimaksud adalah seri AMG milik Mercedes-Benz.

Nah, kali ini yang melakukan kesalahan adalah Nissan Inggris. Dilansir dari Jalopnik, Rabu 6 September 2017, Nissan baru saja meluncurkan mobil listrik terbaru mereka, Leaf.

Peluncuran ini langsung dipromosikan melalui media sosial, termasuk Twitter. Hal itu pula yang dilakukan oleh Nissan Inggris.

Sayangnya, mereka salah mencantumkan laman yang bisa dibuka pembaca untuk mengetahui lebih jauh mengenai produk baru tersebut. Alamat yang mereka tulis adalah www.nissan.com/nissan.

Padahal, alamat tersebut dimiliki oleh seseorang yang sangat membenci produsen mobil tersebut. Alasannya, pemilik laman yang bernama Uzi Nissan pernah dituntut oleh Nissan Motor Company gara-gara laman tersebut.

Kasus itu belum selesai, namun Uzi Nissan yang memiliki bisnis komputer berhak untuk tetap memakai laman tersebut.