Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 11 September 2017 | 12:27 WIB
  • Toyota Siapkan Camry Edisi Perpisahan

  • Oleh
    • Rendra Saputra
Toyota Siapkan Camry Edisi Perpisahan
Photo :
  • Carscoops.
Camry edisi perpisahan di Australia.

VIVA.co.id – Toyota rupanya siap menghadirkan sedan edisi spesial sebagai tanda perpisahan tutupnya pabrik mereka di Australia. Sedan berteknologi rendah emisi itu bakal diproduksi secara terbatas, dan tak semua unitnya dijual.

Diketahui, Toyota akan menutup pabrik berkapasitas 61 ribu unit di Altona, Melbourne barat, pada 3 Oktober 2017 mendatang. Pabrik itu merupakan fasilitas perakitan mereka yang paling terakhir ditutup di Australia karena berbagai hal, di antaranya ongkos buruh yang makin mahal.

Seperti dilansir Carscoops, Senin 11 September 2017, sedan perpisahan itu ialah Camry Hybrid Commemorative Edition. Camry edisi terbatas ini akan menampilkan eksterior perak dengan atap hitam yang kontras dan aksen merah pada bagian bawah kisi-kisi. Sedangkan interior mengadopsi tema 'sports mesh' dengan kursi kulit.

Selain itu dibenamkan pula sistem audio JBL, sistem navigasi GPS, hingga fitur-fitur keamanan seperti Cruise Control, Lane Departure Alert, Rear Cross Traffic Alert. Tak lupa, dibenamkan pula emblem Camry Hybrid Commemorative Edition di bagian belakang dan karpetnya.

Camry edisi terbatas hanya akan diproduksi sebanyak 54 unit saja, yang menandakan 54 tahun Toyota merakit kendaraan di Australia. Namun cuma 52 unit saja yang dijual untuk umum, karena dua unit lainnya akan disimpan dan dipamerkan Toyota di Australia dan di Jepang. Soal harga Camry Hybrid Commemorative Edition dijual dengan harga Rp435 jutaan.

Untuk urusan mesin, Camry edisi terbatas masih mempercayakan mesin bensin 2.5 l, empat silinder yang dikawinkan dengan motor listrik dan transmisi otomatis CVT. Dengan mesin plus motor listrik itu, mobil ini dapat memproduksi tenaga maksimal 202 daya kuda.

Dengan ditutupnya pabrik perakiran Toyota di Australia, nantinya akan ada masa transisi menjadi sekadar distributor umum. Itu mulai berlaku per 1 Januari 2018. Pemangkasan tenaga kerja pun pasti dilakukan, di mana sebelumnya Toyota punya 3.900 tenaga kerja menjadi 1.300 orang saja di Australia.

Presiden Toyota Australia Dave Buttner mengatakan, perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga hak-hak karyawan selama masa transisi dan seterusnya. "Prioritas kami selama sisa bulan ini adalah terus mendukung karyawan kami dengan segala cara agar mereka siap menghadapi masa depan," katanya.

"Kami sangat bangga dengan sejarah manufaktur kami yang terbentang lebih dari 50 tahun. Karyawan kami berkomitmen untuk memproduksi kendaraan dengan kualitas terbaik," katanya. (hd)