Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 17 September 2017 | 20:56 WIB
  • Ditanya Nasib Esemka, Jokowi: Tunggu Tanggal Mainnya

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Agus Rahmat
Ditanya Nasib Esemka, Jokowi: Tunggu Tanggal Mainnya
Photo :
  • VIVAnews/Fajar Sodiq
Ribuan Siswa Solo Sambut Kirab Esemka.

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo akhirnya angkat suara mengenai nasib mobil Esemka, yang dulu sempat melambungkan namanya saat menjadi Wali Kota Solo. Mobil Esemka dahulu sempat diwacanakan bakal jadi mobil nasional. Namun hingga kini belum ada kabarnya lagi.

Dalam perjalanan dari kediamannya di Surakarta menuju Magelang, Jokowi sempat mampir ke bengkel Kiat Mahesa. Pemiliknya adalah Sukiyat, yang dulu juga memproduksi mobil Esemka. Namun kali ini, Sukiyat membuat mobil untuk pertanian dengan nama Kiat Mahesa. 

Kendaraan-kendaraan yang diproduksi memang mirip dengan Esemka, namun belum dipasarkan. Apalagi mobil-mobil Kiat Mahesa juga belum uji emisi dan sertifikasi. Dalam kesempatan ini, Jokowi membeberkan kendala-kendala kendaraan seperti Kiat Mahesa hingga Esemka.

"Ada ide-ide, ada gagasan yang sudah jadi barang. Itu sama seperti dulu, kayak Esemka. Mobil Esemka itu sama. Jadi dibangun dari UKM-UKM kemudian diintegrasikan dengan Esemka, kemudian menjadi mobil," kata Jokowi, di bengkel Kiat Mahesa, Jalan Raya Klaten-Yogyakarta, Klaten, Minggu malam, 17 September 2017.

Kata dia, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui setelah uji emisi dan sertifikasi. Esemka sudah melalui itu. Selanjutnya, kata Jokowi, tentu pasar dan industri yang akan melihatnya apakah bisa terus dikembangkan.

"Esemka sudah bersertifikasi, sudah uji emisi, tetapi apakah visible untuk dipasarkan? Apakah bisa berkompetisi? Apakah bisa bersaing? Itu pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang harus bisa dijawab oleh industri. Tugas pemerintah memberikan dorongan agar ini gagasan, ide seperti ini, bisa masuk ke pasar. Tugas pemerintah itu," ujar Jokowi.

Setiap produk dalam negeri, apakah dulu Esemka maupun kini yang dibuat lagi oleh Sukiyat melalui nama lain, kata Jokowi, pemerintah hanya sebatas mendorong uji emisi dan sertifikasi. Atau masalah pajak barang mewahnya.

Namun dorongan untuk uji emisi dan sertifikasi oleh pemerintah, tak cukup di situ. Selanjutnya adalah persoalan industri. Begitu juga penjelasan Jokowi, saat disinggung nasib Esemka. Katanya semua harus dihitung, apakah cocok dalam bisnis dan bagaimana pemasarannya.

Meski begitu, Jokowi kembali menjanjikan bahwa kendaraan pedesaan Kiat Mahesa akan menjadi perhatian pemerintah agar bisa masuk ke pasaran. Termasuk Jokowi kembali menjanjikan nasib Esemka ke depan. "Tapi ya ditunggu lah tanggal mainnya. Baik untuk Mahesa, dan nanti Esemka," janji Jokowi. (one)

Bajaj Qute, pengganti bemo, mulai sliweran di jalanan Jakarta. Lihat pengalaman VIVA.co.id menjadi supir Bajaj Qute dan anterin penumpang imut. Hanya di OtoVIVA.