Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 15:42 WIB
  • Data Bocor, 58% Surat Pemesanan Xpander Tak Bisa Divalidasi

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Dian Tami
Data Bocor, 58% Surat Pemesanan Xpander Tak Bisa Divalidasi
Photo :
  • VIVA.co.id/Hadi Suprapto
Bocoran email yang menyebut rendahnya data validasi SPK Mitsubishi Xpander

VIVA.co.id – Pasar mobil di Tanah Air belakangan riuh dengan kehadiran produk terbaru Mitsubishi, Xpander. Kehadirannya memalingkan publik karena digadang-gadang banyak pihak bakal jadi 'raja' baru di segmen mobil keluarga level bawah.

Semakin menarik, melihat data total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang dirilis Mitsubishi kepada media. Disebutkan, mobil yang baru meluncur secara resmi di ajang GIIAS 2017, Agustus lalu itu, membukukan angka SPK sebanyak 23 ribu unit. Tentu menjadi angka yang cukup menarik bagi Mitsubishi dengan angka ini. Apalagi ditempuh dalam kurun waktu singkat, dua bulan.

Namun di balik kehebohan besarnya itu, Mitsubishi rupanya kewalahan dengan calon konsumen yang hingga kini masih 'abu-abu', karena belum dapat divalidasi.

Menurut informasi dari sumber yang akurat VIVA.co.id, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia telah menelepon 7.000 konsumen yang terdaftar di SPK. Hasilnya, ada 58 persen pemesan Xpander yang tidak bisa dihubungi.

Perkara ini tentu membuat spaning Mitsubishi. Bahkan, MMKSI selaku agen pemegang merek mobil penumpang Mitsubishi di Indonesia, langsung menginstruksikan pada 96 diler mereka yang tersebar di seluruh Nusantara untuk membantu memecahkan persoalan ini. Mitsubishi tentu tak mau kehilangan ribuan calon konsumen yang telah melakukan SPK Xpander.

Mitsubishi Xpander.

Dalam surat tertanggal 6 Oktober 2017, Mitsubishi meminta kerja sama dari diler guna meningkatkan rasio panggilan sukses, yakni dengan menginformasikan pada calon konsumen perihal validasi data yang akan dilakukan MMKSI.

Head of PR & CSR MMKSI Intan Vidiasari saat dihubungi VIVA.co.id mengaku akan mengkonfirmasi data itu kepada departemen terkait.

“Bentar ya, saya konfirmasi dulu dengan orang marketing biar enggak salah,” kata dia. (hd)