Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:45 WIB
  • 58% SPK Xpander Tak Bisa Divalidasi, Ada Apa?

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Dian Tami
58% SPK Xpander Tak Bisa Divalidasi, Ada Apa?
Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa
Mitsubishi Xpander

VIVA.co.id – Bocornya data validasi surat pemesanan Xpander memperlihatkan gerak cepat Mitsubishi merespons minat konsumen yang tinggi. Dalam dokumen yang diperoleh VIVA.co.id, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia sudah mulai menelepon pemesan setelah lima hari peluncuran.

"Kegiatan ini sudah dilakukan sejak 15 Agustus 2017," tulis dokumen itu.

Saat itu memang pemesanan Xpander langsung membludak. Di akhir Agustus, pemesanan sudah mencapai belasan ribu alias dua kali kapasitas produksi pabrik. Angka itu terus melonjak hingga 23 ribu unit pemesanan dalam waktu dua bulan. Jumlah yang sangat fantastis.

Sayang, dari 7.000 surat pemesanan yang dicek MMKSI, 58 persen di antaranya tak bisa divalidasi. Dari data yang tak divalidasi itu, 42,9 persen tak bisa dikontak, 14 persen nomor tidak aktif, 14,2 persen nomor sibuk, dan 13,4 persen tidak berkenan disurvei. Sisanya ada salah nomor, terputus, salah orang, dan di luar jangkauan.

Terang saja, MMKSI selaku agen pemegang merek mobil penumpang Mitsubishi di Indonesia, langsung geram dan menginstruksikan 96 diler yang tersebar di seluruh Nusantara untuk membantu memecahkan persoalan ini.

Bocoran email yang menyebut rendahnya data validasi SPK Mitsubishi Xpander 

Bocoran email yang menyebut rendahnya data validasi SPK Mitsubishi Xpander (VIVA.co.id/Hadi Suprapto) 

Dalam surat tertanggal 6 Oktober 2017 itu Mitsubishi meminta kerja sama dari diler guna meningkatkan rasio panggilan sukses, yakni dengan menginformasikan pada calon konsumen perihal validasi data yang akan dilakukan MMKSI.

Head of PR & CSR MMKSI Intan Vidiasari saat dihubungi VIVA.co.id mengaku akan mengkonfirmasi data itu kepada departemen terkait. “Bentar ya, saya konfirmasi dulu dengan orang marketing biar enggak salah,” kata dia. (hd)