Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:24 WIB
  • BMW Sodori Mobil ke Jokowi: Anti Senjata AK-47 dan Granat

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Pius Yosep Mali
BMW Sodori Mobil ke Jokowi: Anti Senjata AK-47 dan Granat
Photo :
  • VIVA.co.id/Pius Mali
Serah terima BMW kepada Duta Besar Vietnam di Jakarta.

VIVA.co.id – BMW Group Indonesia tak hanya menjual mobil mewah untuk orang-orang kaya, tetapi juga untuk kelas pejabat dan diplomat. Meski modelnya serupa, mobil yang ditawarkan untuk para diplomat memiliki tingkat keamanan lebih tinggi daripada untuk orang awam.

Model itupula yang belakangan ditawarkan BMW agar digunakan sebagai kendaraan dinas terbaru Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Antipeluru dan sejumlah diferensiasi lainnya. Meski demikian, semua tentu dikembalikan ke Pemerintah Indonesia, apakah bersedia menggunakan mobil tersebut. Mengingat segala proses pengajuan telah dilakukan oleh BMW. Baca juga: Jokowi Ditawari Mobil Kepresidenan Baru dari BMW

Mobil BMW ini dipesan khusus lengkap dengan fitur keamanan yang diberi nama Security dan Security Plus. Vice President Corporate Communications BMW Indonesia, Jodie O'tania, mengatakan, mobil BMW dengan fitur tersebut hanya ada dalam dua model.

"Saat ini kami memiliki SUV BMW X5 dan sedan Seri 7 dengan Security dan Security Plus. Kalau dilihat tampilan luarnya itu persis seperti X5 dan Seri 7 standar. Jadi memang tidak dibedakan untuk menjaga privasi pengguna kendaraan," kata Jodie di Jakarta.

Lantas apa yang membedakan mobil dengan fitur keamanan tersebut dengan yang dijual di pasaran? Jodie mengatakan, yang menjadi pembeda adalah bahan yang dipakai untuk membuat kedua mobil serta kelengkapan yang menjamin mobil aman saat diserang.

Bahkan kata Jodie, BMW X5 dan Seri 7 yang menggunakan label Security Plus dirancang untuk tahan peluru, salah satunya dari senjata AK47. Selain aman, penumpang tetap akan merasa nyaman dengan kondisi kabin khas mobil mewah BMW.

"Bannya punya spesifikasi yang sudah disesuaikan, kemudian fuel tank (tangki bahan bakar) bisa menutup sendiri, ada juga alat komunikasi dalam kendaraan yang memungkinkan penumpang dan pengemudi berkomunikasi tanpa dia harus keluar dari kendaraannya. Jadi memang fiturnya sangat lengkap untuk menjamin keamanan," ujar dia.

Tak Dijual Bebas

Sayangnya, kata Jodie, mobil ini tidak dijual untuk sembarang konsumen. Untuk mendapatkan mobil BMW Seri 7 ataupun SUV X5 antipeluru, konsumen harus menyiapkan dokumen khusus yang nantinya dipertimbangkan langsung oleh pabrikan BMW di Jerman.

"Dilihat dari harga itu sangat tinggi kalau mau BMW dengan Security ataupun Security Plus. Mereka yang pakai mobil ini memang punya kebutuhan khusus dan harus mendapat perlindungan jiwa saat melakukan aktivitas harian," ujarnya.

"BMW biasanya melakukan background check orang tersebut, kemudian harus koordinasi dengan BMW AG, dan bukan hanya dari kami. Mereka yang butuh mobil ini harus punya dokumen eligibilitas," ujar dia.

Sementara seperti dilansir situs BMW, seri 7 dengan kelengkapan keamanan kelas wahid itu merupakan mobil paling aman yang pernah dibuat BMW di ajang Asia Pacific Security and Defense Expo 2011 silam. Sama seperti Audi, BMW seri 7 ini sudah mendapat sertifikat keamanan tingkat VR7, anti senapan serbu dan granat sehingga aman digunakan di daerah-daerah konflik.

Fitur ban anti kempis, pemadam api dan interkom untuk berkomunikasi juga tersedia pada seri ini. Ada dua pilihan mesin, V12 dan V8. Namun dengan alasan keamanan, maka kecepatannya hanya dibatasi hingga 210 kilometer per jam. (ren)

Baca juga: Ini Mobil Antipeluru yang Ditawarkan BMW untuk Jokowi