Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 17:52 WIB
  • Meski Disodori BMW, Jokowi Tak Akan Berpaling dari Mercy

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Pius Yosep Mali
Meski Disodori BMW, Jokowi Tak Akan Berpaling dari Mercy
Photo :
  • Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki
Iring-iringan mobil pengawal Presiden.

VIVA.co.id – Nama Mercedes-Benz, merupakan merek yang telah dikenal melekat digunakan para pemimpin negara di republik ini. Dari zaman Presiden Soeharto hingga dipimpin Joko Widodo, mobil besutan Jerman itu kerap menjadi teman pilihan pemimpin negara.

Namun, beberapa waktu lalu, BMW Group Indonesia juga menawarkan diri untuk menggantikan posisi Mercedes-Benz sebagai mobil dinas Presiden Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung, mobil yang ditawarkan merupakan sedan dengan kenyamanan dan tingkat keamanan paling tinggi.

Terkait hal ini, Deputy Director Sales Operation and Network Development Mercedes-Benz Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, semua produsen mobil di Indonesia berhak menawarkan produk untuk dipakai konsumen biasa hingga kepala negara.

"Pada dasarnya, semua produsen kendaraan di Indonesia bisa menawarkan mobil kepresidenan kepada pemerintah. Jadi, bagi kami hal tersebut merupakan bagian dari mekanisme pasar yang sudah wajar," kata Kariyanto, saat dihubungi VIVA.co.id, Kamis 12 Oktober 2017.

Menurut Kariyanto, mobil Mercedes Benz S600 Pullman Guard yang dipakai oleh Presiden Joko Widodo merupakan produk terbaik. Mobil itu dilengkapi fitur standar untuk menjaga keselamatan, namun tak mengabaikan penumpang ketika berada di dalam kabin.

Sehingga, Mercedes-Benz yakini produknya tetap jadi pilihan sebagai kendaraan presiden. "Kami sebagai produsen dan distributor kendaraan Mercedes-Benz, tentunya senantiasa menyediakan produk maupun layanan purna jual yang terbaik. Tidak hanya bagi pemerintah, tetapi bagi seluruh pelanggan kami. Namun, keputusan tetap ada di tangan pemerintah sebagai pembeli dan pemakai," kata dia.

Baca juga: BMW Sodori Mobil ke Jokowi: Anti Senjata AK-47 dan Granat