Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 18:55 WIB
  • Pakai Sabuk Pengaman yang Salah Bisa Tambah Cedera

  • Oleh
    • Hadi Suprapto,
    • Yunisa Herawati
Pakai Sabuk Pengaman yang Salah Bisa Tambah Cedera
Photo :
  • Insurancejournal
Sabuk pengaman atau seat belt.

VIVA.co.id – Menggunakan seat belt, atau sabuk pengaman pada pengemudi maupun penumpang, adalah hal wajib dipakai demi menjaga keselamatan diri.

Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, penggunaan salah satu piranti keselamatan itu harus dilakukan dengan tepat.

"Sabuk pengaman kalau tidak benar dipakai, justru akan mencederai pengemudi, atau penumpang pada saat kecelakaan terjadi," kata Jusri kepada VIVA.co.id di Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Penggunaan sabuk pengaman juga memiliki standard operational procedure, atau SOP yang harus dipatuhi oleh pengemudi maupun penumpang. Cara yang wajib dilakukan adalah 3R, yakni rapat, rata, dan rendah.

"Harus rapat, menempel. Rata jangan sampai terlipat webbingnya. Terus rendah, di bawah kuping sehingga membuat sudut segitiga," ujarnya.

Perlu diperhatikan juga yakni penggunaan sabuk pengaman. Jangan lingkarkan sabuk di atas pusar. Posisikan sabuk melintang di bawah pusar, menyentuh pangkal paha dan melintas di tulang pinggul.

"Pada saat terjadi benturan, webbing akan mengalami ketegangan dia akan memberi resistensi terhadap dorongan tubuh akibat benturan yang diserap oleh tubuh. Begitu kencang, tali yang kendor akan tegang dan rata,  tidak akan terjadi gesekan pada tubuh kita," kata dia.

Pada dasarnya, kata dia, sabuk pengaman memiliki fungsi mengurangi risiko pada kecelakaan. Menahan pengemudi, atau penumpang terlempar, atau mengalami benturan dari dalam.

"Orang sudah cedera pada sebuah kecelakaan terus ditambah lagi cedera akibat piranti keselamatan yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Maka itu, harus digunakan dengan benar," tuturnya. (asp)