Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 19:22 WIB
  • Kendaraan Ini Jadi Andalan Pedagang Mobil Bekas

  • Oleh
    • Hadi Suprapto,
    • Yunisa Herawati
Kendaraan Ini Jadi Andalan Pedagang Mobil Bekas
Photo :
  • Herdi/VIVA.co.id
Toyota Kijang Innova

VIVA.co.id – Meski industri otomotif terus digempur dengan berbagai model baru dari pabrikan, namun pasar mobil bekas masih memiliki peminat.

Di diler mobil bekas, berbagai model dari sejumlah merek tersedia bagi konsumen. Mulai dari city car, sedan, sport utility vehicle, hingga multi purpose vehicle dalam kondisi tangan kedua.

Saat ini pasar mobil bekas masih dirajai oleh produk dari segmen mobil keluarga atau MPV. Sebut saja salah satunya Kijang Innova yang berada di kelas MPV menengah.

Kijang Innova mendapat respons positif dari pedagang mobil bekas lantaran nilai jualnya tak mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

"Ya dari tahun ke tahun nilai jualnya stabil, turunnya juga enggak terlalu jatuh. Paling berkisar Rp5-10 juta," kata penggawa Jordy Mobil MGK Kemayoran, Andi kepada VIVA.co.id.

Dia mengatakan, di kelas MPV menengah, Kijang Innova menjadi pilihan alternatif bagi keluarga Indonesia. Sebab mobil tersebut memiliki kabin yang luas serta suku cadang yang terjangkau.

"Masyarakat Indonesia kan suka mobil MPV karena muatnya banyak. Lagipula Kijang Innova, suku cadangnya terjangkau. Jadi konsumen lihat mobil bekas dari kemudahan suku cadang, tuturnya.

Terpisah, penggawa diler mobil bekas Chelsea Mobil, Teddy mengatakan bahwa Kijang Innova paling banyak diburu di antara mobil diesel bekas lainnya, meski berbeda segmen.

"Walaupun segmennya berbeda, tapi kalau disandingkan dengan mobil diesel lainnya, lebih laku Kijang Innova. Karena ya harganya terjangkau dan muat banyak," ujar dia.

Dia mengatakan, penjualan Kijang Innova cukup bagus di pasar mobil bekas. Apalagi jika kondisi kendaraan masih bagus dan terawat.

"Harga seken kan lebih terjangkau dibanding baru, tapi masing-masing tetap jadi pilihan. Masing-masing tetap ada pasarnya," kata Teddy.