Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 17:02 WIB
  • Tips dari Pedagang, Cara Mudah Ketahui Mobil Bekas Banjir

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Pius Yosep Mali
Tips dari Pedagang, Cara Mudah Ketahui Mobil Bekas Banjir
Photo :
  • VIVA.co.id/Pius Mali
Mobil bekas

VIVA – Membeli mobil bekas memang menjadi alternatif bagi sebagian orang. Namun tentu ada risiko yang mesti dihadapi, seperti kendaraan tersebut bekas terendam banjir. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian sebelum membeli mobil bekas.

Herijanto Kosasih, senior manager sentra mobil bekas WTC Mangga Dua mengatakan, ada cara paling mudah mengenali mobil bekas banjir. Hal ini pula yang kerap dilakukan para penjual mobil bekas sebelum mengambil dagangan dari konsumen, yakni memeriksa alamat pemilik sebelumnya.

"Pertama itu lihat surat-surat, BPKB dan STNK, pemilik awal daerah rawan banjir enggak. Kalau rawan banjir, sebaiknya pikir-pikir lagi sebagus apapun mobilnya," kata Herijanto kepada VIVA.co.id, Kamis 19 Oktober 2017.

Selain surat-surat dan alamat mobil, dikatakan Herijanto, pemilik harus jeli melihat kondisi fisik mobil. "Biasanya mobil yang bekas banjir dari fisik kelihatan, namanya air kotor kan itu pasti ada yang membekas, tinggal pembeli jeli saja melihatnya," ujarnya.

Sementara itu, Acing, pedagang mobil bekas dari showroom Kerta Kemala Mobil di Mega Glodok Kemayoran mengatakan, ada beberapa cara yang biasa dilakukan untuk mengetahui mobil bekas terendam banjir atau tidak. 

Paling pertama, dengan melakukan pengecekan menyeluruh untuk komponen mesin, transmisi, hingga kelistrikan di bengkel. Mobil-mobil baru yang menggunakan computerized sudah pasti lebih sensitif dengan banjir ataupun genangan, sehingga pengecekan komputer bisa diketahui kondisi komponen mobil yang sebenarnya.

"Sisanya tidak ada yang spesifik. Lihat bodi biasanya bekas banjir ketahuan. Kemudian kaki-kaki juga kalau sering kena air biasanya rentan aus. Sama paling mudah aroma kabin. Mobil kalau sudah sempat dia terendam banjir, baunya susah banget hilang dan baunya enggak enak banget," ujarnya. (mus)