Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 10:12 WIB
  • Suzuki Beberkan Penyebab Generasi Milenial Ogah Punya Mobil

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Suzuki Beberkan Penyebab Generasi Milenial Ogah Punya Mobil
Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto
Christina Wiliani, SPG cantik di booth Suzuki.

VIVA – Baru-baru ini layanan transportasi berbasis aplikasi, Uber, merilis hasil survei terkait generasi milenial. Survei menyebut, generasi tersebut kebanyakan ogah memiliki atau membeli mobil. Alasannya karena masalah kemacetan yang makin menggurita serta sulitnya mendapatkan lahan parkir.

Survei ini pun ternyata tak ditampik PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), selaku agen tunggal pemegang merek Suzuki di Indonesia. Menurut Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, gejala ini memang tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga kota-kota besar di dunia, seperti halnya Tokyo, Jepang.

"Istilah kerennya Kuruma Banare atau Demotorisasi (anak-anak muda di Jepang yang tidak tertarik untuk membeli mobil baru)," ujarnya saat berbincang dengan VIVA, Kamis 2 November 2017.

Kata Donny, jika generasi milenial Jakarta kebanyakan enggan membeli mobil karena masalah macet dan lahan parkir, di Jepang masalahnya karena banyaknya aturan yang harus dituruti. Sementara fasilitas transportasi publik di Negeri Sakura memang sangat baik dan dapat diandalkan. Warga di sana pun kemudian lebih memilih menggunakan transportasi umum untuk mobilitas sehari-hari. 

"Yang perlu dicatat di sini adalah mass transport yang meniadakan batas kenyamanan antara bepergian dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Jadi poinnya adalah sama-sama reliable dan sama-sama nyaman," tuturnya.

Lalu seperti apa strategi Suzuki Indonesia untuk membangkitkan minat beli mobil generasi milenial?

"Banyak hal, baik secara produk maupun cara komunikasi yang harus diselaraskan dengan generasi milenial. Seperti produk dengan atribut ramah lingkungan (fuel efficient), produk yang merangsang personalisasi (mudah dimodifikasi), cara penyampaian pesan yang straight forward," sambungnya. (one)