Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 5 November 2017 | 06:02 WIB
  • Ribuan Pemesanan Xpander Ultimate Dibatalkan

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Yunisa Herawati
Ribuan Pemesanan Xpander Ultimate Dibatalkan
Photo :
  • VIVA.co.id/Pius Mali
Mitsubishi Xpander.

VIVA – Jumlah pemesanan produk Mitsubishi Xpander terus meningkat. Saat ini, surat pemesanannya sudah mencapai angka 30 ribu unit lebih.

Dari banyaknya jumlah pemesanan Xpander, yang paling laris diburu konsumen adalah varian Ultimate. Varian tersebut merupakan kasta tertinggi dari Mitsubishi Xpander, dengan harga sekitar Rp245 juta.

Oleh karena itu, konsumen yang berniat membeli Xpander Ultimate harus sabar menunggu kehadiran mobil di garasi rumah. Hal itu diungkapkan Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia, Irwan Kuncoro.

"Kalau misalnya pesan sekarang, yang varian Ultimate ya datangnya tahun depan. Bulannya kapan saya enggak tahu persis. Karena, Ultimate ini kontribusinya 50 persen dari surat pemesanan kendaraan, ya jadi banyak," kata Irwan di Alam Sutera, Tangerang, Banten, Sabtu 4 November 2017.

Dengan masa inden yang cukup panjang itu, Irwan tak menampik bahwa ada rasa kekhawatiran bila konsumen menjatuhkan pilihan ke produk lain.

"Itu pasti. Ya kami minta maaf, tapi apa boleh buat. Kami usahakan paling enggak sampai Februari-Maret. Kalau varian di luar Ultimate, kami usahakan (terdistribusi) sampai akhir tahun ini," ujarnya.

Irwan enggan menyebut berapa banyak konsumen yang telah membatalkan pemesanan Xpander Ultimate karena harus menunggu lama. Yang pasti, kata dia, angkanya terbilang sangat kecil. Hal itu disebabkan beberapa faktor, salah satunya data ganda.

"Yang cancel sangat kecil, cuma sekitar 1-2 ribu. Itu karena faktor seperti data ganda atau koreksi. Fenomena cancel belum signifikan," tuturnya.

Sebagai upaya meminimalkan angka pembatalan unit, MMKSI melakukan beberapa strategi pendekatan kepada konsumen. Salah satunya memberikan program apresiasi dan mengundang konsumen yang melakukan pemesanan itu.

"Kami terus kontak konsumen yang sudah inden, kami juga usahakan supaya mereka bisa menunggu. Dari pabrik juga bagaimana caranya supaya bisa cepat lagi. Dari sales bagaimana konsumen tetap sabar menunggu. Kami tambah benefit lainnya," kata dia.