Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 15:03 WIB
  • Harga Nissan Note e-Power Rp200 Jutaan, Kapan Masuk RI?

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Harga Nissan Note e-Power Rp200 Jutaan, Kapan Masuk RI?
Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto
Nissan Note e-Power.

VIVA – PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah memperkenalkan teknologi e-Power yang disematkan pada Nissan Note beberapa waktu lalu. Namun hingga saat ini belum pasti kapan kendaraan hybrid ini bakal dijual di pasar tanah air.

Menurut Davy J Tuilan, Vice President Director of Marketing and Sales PT NMI, kapan mobil ini akan hadir di tanah air tergantung dari regulasi yang tengah dipersiapkan pemerintah terkait Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Saat ini, Kemenperin tengah melakukan sinkronisasi dengan Kemenkeu terkait regulasinya.

"Aturan itu harus kita lihat, contohnya mau diluncurkan dua tipe atau tiga tipe (di Jepang Note e-Power tersedia varian X, S dan Medalist). Kalau saya maunya meluncurkan tiga tipe termasuk yang ICE (Internal Combustion Engine atau mesin konvensional)," katanya di BSD, Tangerang Selatan.

Oleh sebab itu, karena aturan LCEV yang masih gelap, NMI menurutnya butuh waktu yang berbeda-beda untuk meluncurkan Note. "Dari pada kita hanya meluncurkan dua tipe, jadi aturannya dahulu. Jadi saya tidak bisa bilang 12 bulan atau 18 bulan lagi. Belum ada time line pastinya,” katanya.

Soal harga, Davy masih enggan berkomentar meski disinggung bahwa harga jual Note tipe Medalist yang jadi varian tertinggi dibanderol Rp200 jutaan di negara asalnya, Jepang.

"Susah kalau bandingin Indonesia dengan Jepang, misalkan kita bandingin registration fee (BBN) di sana nol. Kita punya BBN aja berapa tergantung dari masing-masing daerah bisa 10-12,5 persen kan, jadi harganya uncomparable," kata Davy.

Seperti diketahui, hathcback yang lahir pada 2016 lalu mengadopsi teknologi e-Power atau sebutan hybrid Nissan. Tapi, menariknya meski kedua roda depannya digerakan listrik, namun mesin bensin 1.200 cc yang bersarang di dalamnya hanya berfungsi untuk mengisi ulang baterainya jika sudah habis. Maka, Note di Jepang tidak membutuhkan infrastruktur charging station. (hd)