Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 20 November 2017 | 10:38 WIB
  • Toyota Klaim Keamanan Fortuner Tak Perlu Ditanyakan

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Dian Tami
Toyota Klaim Keamanan Fortuner Tak Perlu Ditanyakan
Photo :
  • VIVA/Foe Peace Meyel
Mobil Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto saat mengalami kecelakaan tunggal pada Kamis petang, 16 November 2017.

VIVA – Kepolisian sudah memastikan kecelakaan yang melibatkan tersangka kasus korupsi e-KTP sekaligus Ketua DPR Setya Novanto adalah murni kecelakaan tunggal murni. Polisi menyebut mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Novanto berkecepatan tinggi.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Kingkin mengatakan, pihaknya sudah memastikan saat kecelakaan, mobil tersebut tidak mengeluarkan kantung udara atau airbag. Hal tersebut membuat pihak kepolisian memanggil Toyota untuk mengetahui apakah ada kerusakan, sehingga kantung udara tak keluar saat kecelakaan.

"Ini masih kami dalami lagi. Kami memanggil pihak Toyota APM (Agen Pemegang Merek). Apakah kendaraan ini memang ada yang error untuk alatnya atau tidak," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto menegaskan, pihaknya siap bekerja sama dengan pihak kepolisian terkait kecelakaan tersebut.

"Kita lagi tunggu lebih lanjut investigasi dari kepolisian. Andai polisi membutuhkan keterangan dari ATPM, kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian," kata Fransiscus kepada VIVA.

TAM sejauh ini menegaskan semua mobil Toyota sudah dilengkapi dengan fitur-fitur keselamatan dan aman. Fitur-fitur tersebut diklaim sudah cukup untuk melindungi penumpang maupun pengemudi mobil sehingga meminimalisasi risiko kecelakaan.

Andaipun kasus airbag yang tak keluar, bisa karena beberapa hal. Yang pasti fitur-fitur keselamatan di masing-masing mobil berbeda-beda, sesuai jenis dan harga kendaraan. Namun untuk Fortuner seperti yang digunakan Setya Novanto seharusnya sudah dibekali dengan fitur keselamatan tertinggi di kelasnya.

Saat disinggung sudah adakah surat resmi dari pihak kepolisian kepada pihak TAM, Fransiscus menjelaskan masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait hal tersebut. "Sampai saat ini saya belum mendapatkan info mengenai hal tersebut," ujarnya. (hd)