Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 23 November 2017 | 06:30 WIB
  • Batal Beli Xpander, Berapa Uang Tanda Jadi yang Hilang?

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Pius Yosep Mali
Batal Beli Xpander, Berapa Uang Tanda Jadi yang Hilang?
Photo :
  • VIVA/Krisna Wicaksono
Mitsubishi Xpander

VIVA – Membeli Mitsubishi Xpander, memang dibutuhkan kesabaran berlebih. Hal ini, lantaran pesanannya yang melebihi kapasitas produksi. Maklum saja, pesanan Xpander memang membeludak yang belum mampu diimbangi dengan jumlah produksinya.

Sebagai gambaran, jika pemesanan dilakukan konsumen pada November 2017, unit baru bisa sampai ke tangan konsumen pada Februari 2018. Bahkan, untuk Xpander varian Ultimate, jika surat pemesanan kendaraan (spk) diteken bulan ini, mobil baru akan dikirim paling cepat Maret-April 2018.

Budi Dermawan Daulay, head of sales and marketing Region 1 Department MMKSI mengatakan, waktu tunggu yang lama memang membuat konsumen jenuh dan bisa jadi membatalkan pesanan.

"Saya lihat dari tingkat cancel ratio kami jumlahnya masih cukup rendah, di bawah lima persen dari SPK keseluruhan. Memang konsumen kelihatan masih antusias untuk produk ini," kata dia saat konferensi pers di Karawang, Jawa Barat.

Bagi konsumen yang hendak melakukan pembatalan pemesanan unit Mitsubishi Xpander, Daulay mengatakan, baiknya berdiskusi terlebih dahulu dengan pihak diler resmi tempat melakukan pesanan unit. Saat konsumen mengajukan proses cancel sebelah pihak, maka akan ada konsekuensi yang harus diterima.

"Untuk proses cancel, memang setiap diler itu punya kebijakan, tetapi kebijakan standar itu kalau konsumen cancel, karena tidak ada kejelasan dari diler ya oke saja. Tetapi, saat unit sudah disiapkan, terus dia cancel pasti ada konsekuensi. Ya mungkin ada potongan, kebijakan masing-masing diler berbeda," katanya.

Sementara itu, Budiman Azali, direktur Srikandi Diamond Motors- diler resmi mobil Mitsubishi- mengatakan, proses cancel unit yang dilakukan oleh konsumen dengan alasan tertentu membuat uang tanda jadi dipotong setengahnya.

"Sebenarnya kami dari diler, sama seperti yang sudah dijelaskan. Cuma kami jelaskan, cancel karena kesalahan ataupun alasan dari diler kami kembalikan full (uangnya). Kalau (pembatalan) bukan dari pihak kami, atau katakanlah cancel dari konsumen kami potong 50 persen," kata Budiman.