Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 22 November 2017 | 22:06 WIB
  • Pertamina Gandeng ATPM Uji Komparasi Dexlite Vs Biosolar

  • Oleh
    • Toto Pribadi
Pertamina Gandeng ATPM Uji Komparasi Dexlite Vs Biosolar
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Pertamina Luncurkan Dexlite

VIVA – PT Pertamina Marketing Operation Region IV bakal menggelar uji komparasi bahan bakar diesel antara Dexlite dan Biosolar. Dalam uji Dexlite versus Biosolar ini, Pertamina menggandeng PO Sinar Jaya Bus, Mercedes Benz Distribution Indonesia dan Hino Motor Sales Indonesia.

“Uji komparasi ini akan menggunakan dua unit bus Sinar Jaya, bus Mercedes Benz Double Decker dan Hino RN sejauh 20 ribu KM dengan rute Pulo Gebang–Pekalongan dan Cikarang–Pekalongan” kata Ibnu Chouldum, general manager PT Pertamina Marketing Operation Region IV, saat penandatanganan acara tersebut.

Masih menurut Ibnu, teknisnya nanti 10 ribu KM pertama akan menggunakan Dexlite dan 10 ribu KM berikutnya menggunakan solar, sehingga akan terlihat perbedaannya. Ia juga menambahkan bahwa dalam pengujian komparasi ini PT Pertamina menggandeng LAPI ITB sebagai lembaga independent untuk mendampingi masa pengujian khususnya pada tingkat Cost VS Efficiency-nya menggunakan dexlite dan solar.

Di saat yang sama pula, Pertamina ingin memperlihatkan sekaligus mengedukasi tidak hanya kepada masyarakat, tetapi kepada para pengusaha Kendaraan Komersial seperti Aptrindo (Asosisasi Pengusaha Truk Indonesia) dan Organda (Organisasi Angkutan Darat) bahwa Pertamina memiliki bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik dari Bio Solar Subsidi yang telah sesuai dengan standar pabrikan mesin, karena mengandung Cetane Number 51, Sulfur Content Maximal 1200 PPM serta mengandung Additif Detergency.

“Sebagai informasi, bahwa sulfur pada mesin diesel menjadi musuh utama bagi kendaraan bermesin diesel, karena impact sulfur yang tinggi akan membuat mesin menjadi korosif, mengakibatkan kerak, dan penyumbatan di filter saluran bahan bakar serta mempengaruhi kadar emisi gas buang,” kata Iin Febrian Manager Retail Pertamina Marketing Operation Region IV.

Maka makin rendah sulfur, tambahnya, tentu akan makin baik. Sedangkan additif detergency yang ada di Dexlite digunakan untuk membersihkan ruang bakar mesin diesel, dan membersihkan kerak-kerak kotoran akibat dari  pembakaran mesin. Sedangkan untuk Biosolar, jumlah sulfur sebanyak 2500 PPM dan tidak memiliki additif detergency.

“Hasil uji ini akan kami perlihatkan dan kami umumkan setelah sudah melewati 20.000 KM, atau kurang lebih dalam satu bulan berjalan. Dan akan kami sampaikan khususnya kepada para pengusaha Aptrindo dan Organda, dengan harapan para pengusaha angkutan komersil mau beralih kepada produk yang jauh lebih berkualitas” kata Andar Titi Lestari, Manager Communication and relations MOR IV.