Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 12:33 WIB
  • Setelah Wuling, Sokon Siap 'Invasi' Pasar Mobil Indonesia

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Setelah Wuling, Sokon Siap 'Invasi' Pasar Mobil Indonesia
Photo :
  • VIVA/Jeffry Yanto
Pabrik DFSK di Indonesia.

VIVA – Industri otomotif nasional kembali diramaikan oleh pendatang baru asal China. Setelah Wuling Motors sukses memasarkan produk perdana mereka, Confero S, kini giliran DonFeng Sokon (DFSK) yang mencoba bersaing dengan merek-merek Jepang di Tanah Air.

Melalui PT Sokonindo Automobile sebagai agen pemegang merek DFSK, pabrikan asal Negeri Tirai Bambu ini menunjukkan keseriusan mereka dengan mendirikan pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.

Pabrik yang berdiri di atas lahan 20 hektare ini memiliki sistem kerja robotik, mulai dari percetakan pelat baja, pengelasan, pengecatan, perakitan, hingga pengecekan kualitas. 90 persen karyawannya adalah warga Indonesia.

Co Chief Executive Officer PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus mengatakan, sebagai merek baru di Indonesia, fokus utama mereka adalah produk yang dibuat.

"Nilai investasi kami US$150 juta (Rp2 triliun). Ke depannya ada tambahan US$300 juta untuk pembangunan pabrik mesin. Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar lokal dan global. Pabrik ini dibangun dengan fasilitas yang lengkap, bukan perakitan saja," ujarnya di Serang, Banteng, Selasa 28 November 2017.

Pabrik baru ini akan memproduksi Sport Utility Vehicle (SUV) tujuh penumpang Glory 580 yang didesain  untuk perkotaan. Selain itu, pabrik juga akan memproduksi pikap untuk pasar komersial dan Multi Purpose Vehicle (MPV).

"Kami juga akan menargetkan 95 persen pekerjanya dari Indonesia, bukan warga asing, dengan target produksi 50 ribu unit per tahun. Meskipun digerakkan robot, tetap butuh tenaga manusia," tuturnya.

Sokonindo saat ini sudah mempunyai 30 diler yang melayani penjualan dan purna jual. Rencananya, dalam tiga tahun ke depan jumlah diler akan bertambah hingga 150 diler. Jumlah ini lebih banyak ketimbang Wuling Motors.

Meski demikian, nilai investasi yang ditanamkan Wuling di Indonesia masih lebih besar, yakni mencapai US$700 juta atau sekitar Rp9 triliun. (mus)