Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 16:34 WIB
  • Punya Musuh Baru dari China, Ini Reaksi Wuling Indonesia

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Pius Yosep Mali
Punya Musuh Baru dari China, Ini Reaksi Wuling Indonesia
Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa
Logo Wuling

VIVA – Merek mobil DonFeng Sokon asal China resmi menjadi pemain baru di pasar otomotif Tanah Air. DonFeng Sokon atau DFSK hadir dengan menawarkan produk perdananya, Glory 580, sebuah mobil bergaya SUV yang kabarnya akan menjadi penantang Honda CR-V.

Dengan kehadiran Sokon ini, maka saat ini ada dua produk mobil China yang di Indonesia setelah sebelumnya Wuling meluncurkan mobil MPV, Confero S. Nah, tentu menarik mengetahui reaksi Wuling terkait hadirnya pemain baru yang sama-sama dari Tiongkok tersebut.

Rupanya, kehadiran pemain otomotif baru asal China tersebut disambut baik oleh Wuling Motors Indonesia. Hal ini seperti disampaikan oleh Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani.

"Melihat banyaknya produk baru, terus ada juga merek baru seperti kami ya intinya bagus buat konsumen di Indonesia. Konsumen jadi punya banyak pilihan di berbagai jenis dan kelas mobil," kata Dian saat dihubungi VIVA, Rabu 29 November 2017.

Selain itu, kata Dian, DonFeng Sokon yang berada di bawah naungan PT Sokonindo Automobile sebagai agen resminya juga memiliki pabrik di Indonesia. Artinya, ada investasi yang dipercayakan untuk berbisnis secara serius di Indonesia.

"Kalau ada pabriknya berarti pertanda iklim investasi di Indonesia mungkin sedang baik, sehingga ada merek otomotif yang mau melakukan investasi di Indonesia, bukan hanya untuk menjual saja ya. Tetapi ada investasi pabriknya juga, kemudian seperti kami kan bangun pabrik berikut aftersales resmi Wuling juga," terangnya.

Sehingga, kata dia, apapun merek mobil dan dari negara manapun yang mau memasarkan serta melakukan investasi tentunya diharapkan bisa lebih memajukan industri otomotif di Tanah Air.

"Gini, apapun merek mobilnya, darimanapun asal negaranya, selama dia ada investasi tentu bagus buat Indonesia. Terkait produk, pilihan konsumen juga jadi lebih variatif. Intinya sih dua itu aja ya," ujarnya.