Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 11:46 WIB
  • Kenapa Ban Cadangan Lebih Kecil dari yang Utama

  • Oleh
    • Hadi Suprapto,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Kenapa Ban Cadangan Lebih Kecil dari yang Utama
Photo :
  • VIVA.co.id/Hadi Suprapto
Setiap mobil yang beredar di Indonesia wajib memiliki ban cadangan. Foto New Toyota Agya 2017.

VIVA – Undang-undang Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, Pasal 57 Ayat 3 menyebut, kelengkapan standar mobil di Indonesia harus memiliki sabuk keselamatan, segi tiga pengaman, dongkrak, ban cadangan, dan pembuka baut pelek.

Menyinggung ban serep di mobil Indonesia, tentu beragam. Sebab, ada pelek dan ban serep yang lebih kecil dari keempat roda utamanya, ada juga yang ukuran dan jenisnya sama.

Lalu, kenapa ada perbedaan seperti itu?

Technical Service Division PT Toyota Astra Motor Iwan Abdurahman mengatakan, biasanya perbedaan seperti itu, karena kontruksi mobilnya. Kata dia, karena untuk menanamkan ban serep dengan ukuran yang sama seperti keempat roda utama, lantai mobil harus tinggi

“Kalau pakai serep ukuran gede, lantai harus tinggi. Maka ban serep dikecilin agar muat di bawah, dan lantai mobil masih bisa rata,” ujarnya kepada VIVA, Senin 4 Desember 2017.

Biasanya, pelek ban cadangan juga kaleng, bukan racing seperti ban utama. Kalau ini, katanya, semata-mata untuk menurunkan biaya produksi.

“Atau di Eropa, bahkan tidak pakai ban serep, tetapi dikasih kit cairan tambal ban dan pompa,” katanya.

Sedangkan menurut Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor, yang utama adalah diameter ban masih sama, hanya lebarnya aja yang lebih tipis dari ukuran ban utama.

“Ini tergantung pertimbangan dari masing-masing pabrikan. Karena, sifatnya ban cadangan itu hanya diguanakan sementara saat kondisi daurat,” tuturnya. (asp)