Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 20:20 WIB
  • Modifikasi Nissan GT-R Terumit di Dunia Tampil di GIIAS 2017

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Modifikasi Nissan GT-R Terumit di Dunia Tampil di GIIAS 2017
Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto
Nissan GT-R mentereng yang tampil di GIIAS 2017.

VIVA.co.id – Selain mobil-mobil baru dan konsep, ada yang menarik di ajang Gaikindo Indonesia Auto Show (GIIAS) 2017. Ada sebuah mobil modifikasi yang ditampilkan berkat kolaborasi National Modificator dan Aftermarket Association (NMAA) bekerja sama dengan Osaka Automesse --penggelar acara kontes modifikasi ternama dari Jepang. Mobil itu ialah Nissan GT-R bertampang "monster".

Menurut Andre Mulyadi, pendiri NMAA, Nissan GT-R dengan sapuan modifikasi itu merupakan karya yang terbilang sulit untuk digarap. Maka jangan heran jika sportcar ini diklaim sebagai modifikasi terumit di dunia. Mengingat ubahan pada bodinya menggunakan teknik pahat yang digabung dengan 3D masking terbaik di dunia oleh Rohan Izawa.

Sementara Yoshioko, Sekretaris Jenderal Osaka Automesse Management Office mengatakan, KUHL Racing R35 GT-R tersebut didatangkan langsung dari Jepang ke Indonesia. Kata dia, mobil ini sudah pernah tampil di beberapa kontes modifikasi beberapa belahan dunia.

"Mobil ini sudah pernah ditampilkan di SEMA Show, Las Vegas AS dan dalam pameran Automechanica di Dubai, UEA," ujarnya di hall 2, ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis 10 Agustus 2017.

Nissan GT-R modifikasi mentereng di GIIAS 2017.

Urusan performa, sportcar asal negeri Sakura ini masih mengandalkan mesin standar pabrik yang awalnya V6 berkapasitas 3.800 cc dengan tenaga maksimal 565 daya kuda. Namun beragam ubahan telah dilakukan, sehingga tenaga maksimal mencapai 800 daya kuda (dk).

Dari kerja sama ini, pihak Rekor Otomotif Indonesia (ROI) memberikan penghargaan khusus. "Kerja sama strategis ini kami apresiasi dengan menganugerahkan rekor kerja sama modifikasi aftermarket Jepang-Indonesia pertama," kata Tomi Gunawan, Presiden ROI. (ren)