Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 26 September 2017 | 14:36 WIB
  • Kenalkan, Custom Monster Bawah Laut dari Samarinda

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Kenalkan, Custom Monster Bawah Laut dari Samarinda
Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry
Harley Sportster XL 1200 lansiran 2006

VIVA.co.id – Ajang Suryanation Motorland seri keenam di Makassar telah usai. Dari 155 peserta yang keluar sebagai juara utama atau best of the best adalah Harley Sportster XL 1200 lansiran 2006. Moge milik Syahril ini datang jauh-jauh dari Samarinda, Kalimantan dengan mengusung konsep Pro Street.

"Nama motornya Beast Beauty (kecatikan binatang). Rencananya saya ingin kompetisikan motor ini di Banjarbaru, Kalimantan tapi proses pengerjaan waktu itu belum selesai. Makannya saya putuskan ikut di seri Makassar,” kata Syahril.

Lanjut dia, sebenarnya konsep awal ia ingin model chopper dengan memboyong mesin dari Amerika berkubikasi 124 atau setara 2.400cc. Sayangnya susah untuk mendatangkan ke Indonesia. Karena hanya mendapatkan mesin XL 1.200cc, ia memutuskan membangun motor custom bergaya pro street di bengkel GG Rand Custom Works.

Anand sebagai builder mengatakan, pembuatan motor ini memakan waktu hampir satu tahun karena terkendala dari pengiriman part dari luar negeri yang memakan waktu. Sebenarnya enam bulan juga sudah bisa selesai kalau komponen yang dibutuhkan datangnya tidak ‘nyicil’.

“Bentuk tangki, spakbor depan belakang, bodi, foot step, velg, frame, setang serba tajam-tajam itu saya terinspirasi dari beberapa motor custom di luar negeri tapi tidak saya tiru mentah-mentah. Pemilihan warna saja memakan waktu lima hari, jadi warna campuran bukan hijau standar,” katanya.

Lanjut dia, untuk airbrush di atas tangki gambarnya ada lingkar kemudi kapal, jangkar, ubur-ubur besar maksudnya sesuai dengan background pemilik motor. Karena Syharil pemilik Kapal Marina oleh sebab itu motor ini menggambarkan sebuah monster yang keluar dari dasar laut dengan nama Beast Beauty.

 

“Frame buat seamless, karena tidak banyak pilihan bahan pipa di Samarinda, bagian ujung saya buat mengerucut karena segi estetika dan mengurangi beban. Springer depan dan segi tiga atas bawah aftermarket pesan khusus, jadi racknya saya tentukan sesuai frame,” ujarnya.

Sementara untuk bagian kaki-kaki hanya velg, suspensi depan dan monoshock belakang aftermarket, selebih mulai dari swing arm knalpot itu custom. Kata pria paruh baya ini, velg RC com pesan dari negeri Paman Sam ukuran depan ring 21 lebar 300, belakang ring 18 lebar 300, monoshock belakang Shoa milik Honda CBR 1000.

“Knalpot custom tidak ada katalis juga, yang terbuat dari bahan stainless dan tembaga. Ground clearance juga bisa diubah sesuai kebutuhan dan beban pengendaranya. Karena springer depan dan monoshock belakang bisa diatur. Untuk mono belakang sistemnya bukan seperti softail tapi saya ubah seperti Jepang jadi enggak kelihatan kesannya kaya rigid tapi ada suspensi,” katanya.