Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 3 Oktober 2017 | 15:12 WIB
  • Akibat Fatal Pakai Limbah Moge ke Motor Tanpa Perhitungan

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Akibat Fatal Pakai Limbah Moge ke Motor Tanpa Perhitungan
Photo :
  • automotiveblog.com
Motor pakai limbah moge.

VIVA.co.id – Banyak cara yang dilakukan para pencinta modifikasi untuk mengubah motor sportnya agar lebih terlihat macho. Salah satunya adalah mengubah sektor kaki-kaki, seperti pengaplikasian pelek dan ban besar limbah motor gede atau moge. 

Agar pelek dan ban dapat terpasang sempurna, tentu mereka juga wajib memasang sparepart pendukung, seperti swing arm, disk brake, shokbreaker hingga kaliper rem. Meski saat ini limbah copotan moge pada sektor kaki-kaki melimpah di pasaran, namun tetap perlu ketelitian saat membeli, agar tak salah yang justru membuat tak bisa terpasang.

Menurut Bimo, salah seorang mekanik Baru Motor Sport, di Jakarta Barat, kaliper rem dua piston atau empat piston copotan moge tidak semua dalam kondisi bagus. Maka itu dia menganjurkan, sebelum membeli perhatikan dulu seal piston.

“Jika sudah rusak, ketika dipasang terasa rem lebih keras. Kalau secara fisik, biasanya sebelum pasang kaliper pasti butuh dicongkel terlebih dahulu, karena rapat kampas rem, nah ketika dicongkel keras berarti seal pistonnya sudah rusak,” ujarnya kepada VIVA.co.id, di Palmerah, Jakarta, Selasa, 3 Oktober 2017.

Sementara untuk mengetahui kondisi swing arm yang masih bagus atau tidak, bisa dilihat juga dari fisiknya. Kata Bimo, kalau bekas kecelakaan pasti sudah ada retak-retak, tidak center lagi atau peyang dan juga baret-baret di banyak titik. Selain itu jika dipaksakan, akibatnya bisa fatal, meningkatkan risiko kecelakaan.

“Baret-baret halus masih aman, bisa dicat ulang, kalau sudah penyok agak bahaya karena enggak center lagi swing arm. Dan yang paling riskan arm bekas tabrakan itu terlihat ada bekas retak, kalau sudah retak tidak bisa kita dempul atau cat ulang, dan ini berbahaya jika digunakan,” tuturnya.

BMS sendiri saat ini menjual pelek copotan moge, modelnya beragam, ada ukuran 17 inci sampai 18 inci dengan lebar berbeda-beda. Lanjut dia, kondisi yang masih bagus bisa lihat dari bibir (bagian paling pinggir) pelek, ketika sudah dipasang as roda dan diputar pasti terlihat pelek itu speleng atau tidak bulat lagi," kata dia.

“Kalau untuk klaher pelek tidak ada masalah, bisa diganti baru. Untuk disk brake jika sudah peyang cara antisipasinya kita bisa press. Cara melihat kondisi disk masih bagus atau tidak, dipasang dahulu ke pelek, ketika pelek diputar akan ketahuan rusak di bagian baut atau di pinggir,” sambungnya.

Sebagai informasi, untuk suspensi upside down di BMS, mulai dari Honda CBR600, CBR1000, Yamaha R1, Yamaha R6, Suzuki GSX 600, GSX1000, Ducati, Kawasaki ZX1 dan Harley dibanderol Rp15 jutaan. Sedangkan swing arm Aprila RS, Honda CBR1000, Yamaha R1, Yamaha R6 dan BMW 1000SR harganya Rp5 juta sampai Rp8 juta, belum termasuk ongkos pasang.