Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 8 Oktober 2017 | 13:55 WIB
  • Pemerintah Dinilai Tak Peduli Dunia Motor 'Customize'

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Pemerintah Dinilai Tak Peduli Dunia Motor 'Customize'
Photo :
  • Twitter/@kustomfest
Motor modifikasi di Kustomfest 2017

VIVA.co.id – Perhelatan Kustomfest 2017 menjadi bukti banyaknya peminat motor custom atau motor modifikasi dari luar negeri yang datang ke Indonesia. Mereka datang hanya untuk melihat motor modifikasi racikan anak bangsa. Dari sekian banyak yang peserta mendaftar, hanya 150 motor yang lolos mengikuti kontes tahunan ini.

Tapi sayang pemerintah tidak peduli dengan perkembangan motor modifikasi di Indonesia. Padahal, menurut Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Jepang, industri modifikasi menjadi penyumbang devisa negara.

"Itu skala custom, kalau kita bicara skala industri di Amerika di mana ada perhelatan aftermarket dan kontes modifikasi. Meskipun industri otomotif seperti mobil dan lain-lainnya sedang menurun, tapi dengan adanya industri kreatif, devisa negaranya jadi lebih baik lagi," ujar pria yang menjadi builder Retro Classic Cycles ini di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Minggu, 8 Oktober 2017.

Maka, Lulut kecewa dengan Badan Ekonomi Kreatif yang tidak bisa melihat peluang besar dari kultur modifikasi di Indonesia. Padahal kalau boleh bilang, industri ini sangat berkaitan satu sama lain dan bisa membantu perekonomian nasional serta meningkatkan devisa negara.

"Kami sebenarnya tidak ingin meminta-minta agar pemerintah mendukung kami. Jujur kami sedikit kecewa sebenarnya dengan tidak hadirnya Triawan Munaf yang telah ditunjuk untuk hadir ke Jogja mewakili dari Wakil Presiden untuk membuka Kustomfest,” tuturnya.

Bayangkan, kata Lulut, anak-anak generasi muda yang memiliki pikiran kreatif ini tidak didukung oleh pemerintah. Tapi mereka sudah bisa menjalankan acara yang cukup besar dan membantu pariwisata Indonesia khususnya Yogyakarta. Menurut Lulut, dengan kontribusi yang dihasilkan generasi muda itu, banyak tamu-tamu istimewa pelaku industri modifikasi yang hadir dari luar negeri.

"Jadi pemerintah bukan hanya sibuk mikirin urusan-urusan yang mereka anggap besar dan lain-lain, tapi kami-kami ini juga perlu diperhatikan. Juga bapak-bapak di DPR tolong dong jangan ngomong politik terus, kami anak bangsa juga ingin dipikirkan, mau gimana dan seperti apa tolong kami diajak bicara," ujarnya.