Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 8 Oktober 2017 | 22:08 WIB
  • Modifikasi Unik di Kustomfest, Vespa Berbahan Kayu

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Modifikasi Unik di Kustomfest, Vespa Berbahan Kayu
Photo :
  • VIVA.co.id/Jefry Yanto
Vespa Super 1973 dari kayu jati dalam Kustomfest di Jogja Expo Center, Yogyakarta, pada Minggu, 8 Oktober 2017.

VIVA.co.id – Perajin furnitur umumnya hanya membuat meja, bangku, dan perabot lain. Tapi dalam Kustomfest di Jogja Expo Center, Yogyakarta, ada salah satu perajin furnitur asal Jepara yang bisa membuat Vespa Super 1973 dari kayu jati.

Iis Kristanto dari Ruli Wood Custom yang sudah beberapa tahun lalu membuat replika motor dari kayu seutuhnya. Awalnya dia membuat replika motor dari kayu itu Harley Davidson sampai mesinnya pun terbuat dari kayu. Maka Harley itu tidak bisa dikendarai tapi hanya pajangan.

"Banyak yang mau kalau bisa jalan. Karena Harley enggak mungkin, bahannya kemahalan dan medianya kecil-kecil kalau dibungkus kayu repot. Makanya yang medianya lebih enak pakai Vespa, bahan murah medianya lebar-lebar akhirnya coba Vespa," ujarnya pada Minggu, 8 Oktober 2017.

Kristanto memilih Vespa sebagai motor kayu pertamanya yang bisa dikendarai karena penggemar skuter asal Italia itu cukup banyak di Tanah Air. Sebelum motor itu dibeli orang Jakarta di Kustomfest dengan harga Rp40 juta, juga pernah juara satu kontes modifikasi.

"Saya buat pakai alat gerinda untuk membuat potongan-potongan kayunya dan ditempel sedikit-dikit, kalau kurang pas dicoba lagi. Ini proses pembuatannya lebih lama dari pada Harley (empat bulan untuk Harley), enam bulanan ini, dan mesin ada pakai Super, jadi hanya cover," ujarnya.

Karena seluruh bodi mulai dari lampu depan, spakbor, batok speedometer, kaliper rem, dashboard, sampai kaliper rem hanya cover kayu, jadi plat besi bawaan pabrik masih ada. Jika semua material menggunakan kayu seutuhnya gampang pecah dan tak akan bisa dikendarai.

"Jadi dipotong-potong agak tebal, ngikutin bodi, terus ditempel dari kayu ketebalan satu sentimeter jadi lima milimeter. Kalau gas agak tebal, yang paling rumit itu bikin kepala yang lekukannya banyak," katanya.

Penggunaan kayu jati dipilih karena pohon yang daunnya biasa digunakan untuk bungkus nasi jamblang khas Cirebon itu lebih kuat dibanding bahan kayu dari pohon lain. Selain kuat, kayu jati itu tidak mudah dimakan rayap dan usianya lebih lama ketimbang kayu mahoni. (ren)