Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 16:10 WIB
  • Makna di Balik Modif Kawin Silang Motor dan Mobil

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Makna di Balik Modif Kawin Silang Motor dan Mobil
Photo :
  • Twitter/@kustomfest
Motor modifikasi hasil kawin silang motor dan mobil di Kustomfest 2017

VIVA.co.id – Umumnya aliran motor custom terbagi menjadi beberapa gaya berbeda, yakni cafe racer, scrambler, bobber, chopper, traker, brad style dan masih banyak lagi. Namun ajang Kustomfest 2017, yang digelar di Yogyakarta baru-baru ini menginginkan pengklasifikasian itu ditiadakan. Sebab aliran-aliran tertentu justru dianggap kaku dan membatasi kreativitas sebuah modifikasi pada motor.

Menurut Lulut Wahyudi, Direktur Kustomfest 2017, atas latar belakang itulah pihaknya lalu memberi tema ajang kreasi tersebut dengan No Boundaries (Tak ada batasan).

“Kita berusaha meretas batas (gaya custom) yang itu dibikin kita sendiri, kita suka membuat sekat-sekat yang membuat kita ini semakin kecil dan kerdil. Kembali ke dunianya bahwa custom itu kreatif tanpa batas,” ujarnya di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Dia mencontohkan, seperti modifikasi bergaya cafe racer, yang selalu identik dengan buntut tawon, single seater, dan setang jepit. Akibatnya, tak sedikit pemilik motor yang enggan membuat cafe racer dalam dimensi lain, seperti mengawinkan gaya chopper misalnya.

“Nah, pola-pola seperti ini lah yang kemudian membuat kreativitas di dunia custom akan mengkebiri dan dikebiri. Saya kembalikan lagi, kustom itu esensinya kreativitas, ya sudah kembalikan ke sana. Kita build something tanpa harus melihat batas-batasan atau sekat-sekat yang ada,” tuturnya.

Maka itu, Lulut yang juga builder dan penggawa bengkel Retro Classic Cycles ini kemudian membuat motor hadiah bagi para pengunjung Kustomfest 2017 dengan menggabungkan desain kawin silang antara motor dan mobil. Menurutnya, pengawinan custom seperti ini sebagai contoh ril bagaimana sekat-sekat itu diretas.

“Sekarang sekat ini yang membuat kita terjerat, artinya orang sekarang dengan latah ngomongin wah itu bukan bobber, itu orang enggak punya gaya. Nah, dia lupa bahwa esensi dari dunia kustom adalah kreativitas, sometimes orang itu bukan enggak tahu, tapi orang itu mau bikin sebuah gaya yang menurutnya dirinya banget,” sambungnya. (hd)