Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 12:07 WIB
  • Alasan Yamaha Tak Lagi Jual TMAX di Indonesia

  • Oleh
    • Rendra Saputra
Alasan Yamaha Tak Lagi Jual TMAX di Indonesia
Photo :
  • Yamaha Motor
Yamaha TMax 2017.

VIVA.co.id – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing untuk sementara waktu tak menjual moge skutiknya TMAX di Tanah Air. Ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Padahal selama ini TMAX merupakan salah satu model completely built up (CBU) yang tergolong laris penjualannya.

Hal itu disampaikan General Manager Aftersales and Public Relation YIMM M Abidin. Ia mengatakan, motor bongsor dengan kapasitas mesin 530cc dua-silinder itu tak lagi dijual di Indonesia. "TMAX kita habis, jadi kita mau jual bagaimana. Sudah berlangsung sejak tahun lalu," kata Abidin saat berbincang dengan VIVA.co.id, di Jakarta Timur.

Berdasarkan catatannya, TMAX tergolong laris untuk ukuran penjualan sebuah moge. Yamaha, kata Abidin, sudah berhasil menjual 100 unit TMAX di Indonesia. "Padahal TMAX merupakan model terlaris setelah MT-09. Sampai saat ini animo masih tinggi," katanya menambahkan.

Tak lagi dipasarkannya TMAX di Indonesia lantaran terkendala perbedaan standar emisi antara Jepang dan Indonesia. Indonesia masih menerapkan standar Euro3, sementara TMAX terbaru yang diproduksi di Jepang sudah memenuhi standar Euro4. Permasalahannya, Indonesia belum memiliki bahan bakar berspesifikasi Euro4.

Tentu saja Yamaha bisa meminta TMAX sesuai dengan spesifikasi bahan bakar di Indonesia, namun pengurusannya membutuhkan proses yang panjang. Maka itu YIMM saat ini lebih memilih bersabar sampai bahan bakar Euro4 tersedia.

Sementara itu terkait NMAX, Yamaha mengaku sangat mengapresiasi kontribusi penjualan skutik bongsor 150 yang masih dari keluarga Maxi Skuter Yamaha. Segmen ini, dikatakan Abidin, masih akan sangat berkembang. Dia percaya melalui skutik-skutik berkapasitas mesin besar dapat menjangkau pasar yang sebenarnya terbuka luas.

"Kalau dari survei internal Yamaha, konsumen di segmen-segmen ini lebih melek dan apresiasi teknologi. Sementara konsumen di segmen low price market setia terhadap harga." (mus)