Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 10:22 WIB
  • Memburu Balap Liar

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Pius Yosep Mali
Memburu Balap Liar
Photo :
  • Capture Youtube.
Ilustrasi/Aksi balap liar.

VIVA.co.id – Jalan raya masih menjadi tempat bagi mereka yang ingin menunjukkan kemampuan berkendara. Meski berisiko tinggi, balap jalan raya dianggap lebih menantang oleh kaum muda ketimbang harus ikut serta di ajang balap resmi.

Masih adanya balapan di jalan raya, kata Kepala Seksi Kemitraan Subdirektorat Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, AKBP Aldo Siahaan, membuat polisi terus melakukan razia.

"Razia sebenarnya sudah sering kami laksanakan. Namun, kadang hal ini hanya membuat mereka kabur dan pindah lokasi," kata Aldo kepada VIVA.co.id, Kamis 5 Oktober 2017.

Dalam melaksanakan razia balap jalanan, kata Aldo, petugas tak jarang mengambil tindakan tegas. Salah satunya dengan melakukan pengejaran.

"Yang berbahaya adalah bila kami paksakan kejar, yang ada malah mereka semakin memacu kendaraannya. Semakin nekat hingga tidak menutup kemungkinan malah akhirnya bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Bila itu terjadi, maka Polantas lah yang disalahkan," tuturnya.

AIdo mengatakan, solusi lain untuk mencegah maraknya balap liar adalah dengan melakukan patroli di sekitar jalanan atau tempat yang kerap dijadikan arena balap jalanan. 

"Begitu lihat lampu sirene, mereka akan bubarkan diri dan kabur ke segala arah. Kami memang tak mengejar, karena hanya membuat mereka semakin nekat dan membahayakan diri mereka sendiri atau pengguna jalan lainnya," ujarnya.

Kemarin, lini masa ramai dengan pencarian nama Denis Kancil. Nama itu bertengger hampir di puncak pencarian Google Indonesia. Tercatat nama itu sudah mencuat sejak Minggu lalu, 1 Oktober 2017.

Denis Kancil merupakan seorang remaja berusia 14 tahun yang tewas mengenaskan akibat kecelakaan di Tangerang, ketika tengah membesut sepeda motor Yamaha Mio. Semasa hidup dia rupanya merupakan pembalap drag bike berbakat yang terkenal piawai menggeber kuda besi. Nama Denis tergolong populer dan terkenal di dunia drag bike. 

Sederet prestasi sudah digenggamnya, seperti juara 2 kelas matic tune up 200 cc lokal grand final king of battle 2017, juara 1 kelas matic tune up 155 cc grand final king of battle 2017, juara 2 kelas matic 130 cc standar lokal grand final king of battle 2017, dan masih banyak lagi. Kemampuannya juga cukup diperhitungkan para pembalap senior kendati dia merupakan pendatang baru.

Namun takdir berkata lain, ajal menjemput Denis saat dia tengah mengikuti balap liar. Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun, saat kejadian Denis tak mampu mengendalikan motornya dan menghantam mobil di ujung jalan saat tengah menyetting motor. (hd)