Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 16:22 WIB
  • Kunci Meredam Maraknya Balap Liar

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Dian Tami
Kunci Meredam Maraknya Balap Liar
Photo :
  • Instagram Denis Kancil
Denis Kancil tengah membesut motornya di lintasan balap.

VIVA.co.id – Memberantas balapan liar memang bukan perkara yang mudah. Banyak faktor yang membuat balapan tak resmi ini begitu menjamur di jalanan Indonesia. Terlepas dari banyak faktor yang membuat subur balapan liar, ada dua pihak yang dianggap punya peran penting meredam maraknya balapan liar.

Hal itu diungkapkan sosok Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) menanggapi maraknya balapan liar yang terakhir memakan korban seorang pembalap muda potensial, Denis Kancil. Menurutnya, peran polisi dan orang tua menjadi yang utama untuk merendam maraknya balapan liar.

"Tentu saja peran para penegak hukum penting. Semangatnya adalah melindungi pengguna jalan dari kecelakaan dan menjamin kenyamanan berlalu lintas jalan," kata  koordinator Jarak Aman Edo Rusyanto di Jakarta, Kamis 5 Oktober 2017.

Selain itu, Edo juga menegaskan peran keluarga merupakan faktor terpenting agar pembalap di jalan alias joki dan penonton sadar benar bahaya yang sedang mengintai mereka.

"Peran keluarga menjadi vital dalam menanamkan keselamatan berlalu lintas jalan. Keteladanan orang tua menjadi perajut kuat membangun kesadaran bahwa keselamatan sebagai prioritas utama saat berlalu lintas jalan," kata Edo.

Masih menurut Edo, peran dua pihak ini dianggap paling efektif mereduksi potensi tindakan anak-anak yang tidak tertib ketika berkendara di jalan raya, termasuk menggunakan jalan umum sebagai ajang balapan.

Kasus balap liar kembali menjadi sorotan setelah Denis Kancil yang merupakan seorang remaja berusia 14 tahun tewas mengenaskan akibat kecelakaan di Tangerang, ketika tengah memacu sepeda motor Yamaha Mio.

Semasa hidupnya, Ia merupakan pembalap drag bike berbakat yang terkenal piawai menggeber kuda besi di jalanan. (hd)