Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 15:43 WIB
  • Pria Ini Sanggup Bikin Vespa 'Gado-gado' Bermesin Mio

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Pria Ini Sanggup Bikin Vespa 'Gado-gado' Bermesin Mio
Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto
Salah satu motor karya Ruli.

VIVA.co.id – Bagi penggemar skuter asal Italia, tentu sudah tak asing lagi dengan Vespa MP6 lansiran 1945, Vespa Douglas 1956, dan Super 1973. Namun, untuk mendapatkan ketiga model Vespa ini tidak mudah, karena sudah menjadi barang langka dan harga jualnya pun selangit. Apalagi jika bicara skuter asal Prancis yakni, Terrot.

Tetapi bagi Anda yang tertarik dengan jenis-jenis skuter antik ini, bisa saja mendapatkannya dengan mudah, bahkan dengan harga bersahabat. Sebab, Ruli Wood Custom yang berawal sebagai perajin furnitur bisa mereproduksi motor-motor antik tersebut hanya dengan melihat di dunia maya. Konsumennya yang tertarik bahkan bisa memilih mesin yang akan digunakan. Harga yang ditawarkan juga tergolong murah.

"Ini semua replika (MP6, Douglas) atau istilahnya reproduksi. Bodi semua saya bikin sendiri di workshop saya di Jepara, pakai pelat galvanis 1,3 milimeter sesuai standar Vespa. Mesinnya dari Vespa yang lebih muda, atau matik Jepang juga bisa,” ujar Ruli Krisnawan, owner Ruli Wood Custom di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

Urusan harga tentu tergantung model yang diinginkan. Makin sulit pengerjaan harga yang dipatok bakal semakin mahal. Seperti halnya Vespa Douglas 1956 dengan mesin Super 1974 dibanderol Rp33 juta, sedangkan skuter asal Terrot harganya Rp41 juta. Harga tergolong terjangkau karena basis mesin yang digunakan adalah Vespa.

“Terrot bikinnya susah. Kita enggak ada master-nya soalnya. Jadi motor ini bikin berdasarkan lihat gambar di internet saja. Spesifikasi dan lain-lain ya cuma andalkan Google. Kalau yang lain kaya Douglas, kita bayarin atau pinjam buat bikin master-annya,” ujarnya.

Dia juga mengaku siap menerima pesanan gado-gado. “Saya lagi bikin Vespa mesinnya Mio, tapi belum jadi. Ada juga yang kepengin depannya Terrot, tapi belakangnya Lambretta. Enggak masalah, saya sanggupi saja. Mesinnya terserah konsumen maunya apa kita bisa,” kata dia.

Kepiawaiannya membuat Vespa repro berawal sejak dua tahun lalu. Ruli memang jago ketak-ketok dan mengelas. Hingga kemahirannya itu membawanya meninggalkan dunia furnitur dan beralih ke usaha reproduksi motor antik. Berhubung dia gandrung akan Vespa, maka jenis itulah yang digarapnya.

“Niat itu makin jadi karena saya waktu itu terpaksa jual Lambretta J125. Sejak itu saya cari lagi barang kayak begitu susah. Ada tapi mahal, atau ada uang barang enggak ada. Jadi ini sekalian memfasilitasi orang yang ingin punya skuter jadul tapi terjangkau.”