Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:44 WIB
  • Alasan Lampu Belakang Berwarna Merah dan Sein Kuning

  • Oleh
    • Rendra Saputra
Alasan Lampu Belakang Berwarna Merah dan Sein Kuning
Photo :
  • Honda Community
Lampu rem sepeda motor.

VIVA – Sudah sejak lama lampu belakang kendaraan bermotor, seperti lampu rem berwarna merah. Sementara lampu sein berwarna kuning. Namun ternyata ada maksud mengapa kedua warna tersebut digunakan.

Ternyata pemilihan warna lampu di kendaraan mengacu pada Vienna Convention on Road Traffic (1949), yakni konvensi mengenai kendaraan di jalan raya. Konvensi ini kemudian mengesahkan warna merah wajib digunakan sebagai lampu belakang kendaraan.

Tak sembarang menentukan, karena disampaikan pula penjelasannya. Menurut konvensi tersebut, mata normal manusia sanggup menerima spektrum warna dengan panjang gelombang 400-700 nanometer (nm). Sementara warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang, yakni 620-750 nm.

Sedangkan studi yang dilakukan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada 2008 menunjukkan, tingkat respons pengendara meningkat 28 persen ketika melihat lampu sein berwarna kuning ketimbang lampu sein berwarna merah. Demikian seperti disitat situs resmi Honda.

Terry Mart, seorang pakar fisika mengatakan, unsur cahaya kuning pada lampu sein memiliki panjang gelombang 0,58 mikron, dengan tingkat sensitivitas terhadap mata manusia sebesar 0,85 (skala 1.0). Artinya jika melihat ukuran spektrum warna, lampu sein dengan unsur warna demikian, spektrumnya tak kalah panjang yaitu 570-590 nm. Inilah mengapa merah dan kuning dipilih menjadi warna lampu peringatan pada kendaraan.

Berikut rinciannya:

Merah: 620-750 nm
Jingga: 590-620 nm
Kuning: 570-590 nm
Hijau: 495-570 nm
Biru: 450-495 nm
Ungu: 380-450 nm.