Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 31 Oktober 2017 | 16:54 WIB
  • Motor Listrik Tak Sakti, Ada juga Pantangannya

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Yunisa Herawati
Motor Listrik Tak Sakti, Ada juga Pantangannya
Photo :
  • Viar Motor
Freestyle menggunakan motor listrik Viar Q1.

VIVA – PT Triangle Motorindo sebagai produsen motor Viar di Indonesia terbilang cukup sukses menjual motor listrik Q1, meski motor bertenaga listrik belum populer di tengah masyarakat Indonesia.

Perusahaan tersebut telah mendistribusikan Viar Q1 sebanyak 2.000 unit ke tangan konsumen di Tanah Air. Motor listrik saat ini, diklaim makin banyak diminati, karena minimnya perawatan dibanding motor konvensional.

Pengguna motor listrik tak perlu mengganti oli, atau kampas kopling. Meski demikian, hal ini bukan berarti motor tersebut tidak punya pantangan.

Business Development Manager PT Robert Bosch sebagai penyedia penggerak Q1, Hari Budianto mengatakan, sama seperti motor konvensional, motor listrik juga tak boleh digunakan secara berlebihan.

"Musuhnya motor listrik itu panas. Kalau panas, magnet hilang fungsinya. Timbul panas itu contohnya motor dipakai melampaui kemampuannya. Kalau panas, dia akan cepat drop," kata Hari di Jakarta.

Namun, baterai jenis lithium-ion yang diimpor Bosch dari China dan digunakan pada Q1 bisa awet hingga empat tahun atau dalam pemakaian seribu kali perjalanan.

Pengguna hanya perlu mengganti motor listrik sebagai penggeraknya, jika ingin kendaraannya ingin terasa seperti yang baru. "Motor (penggeraknya) paling Rp800 ribu," ujarnya.