Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 14:14 WIB
  • Copot Skotlet Variasi, Pakai Minyak Kayu Putih atau Bensin?

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Yunisa Herawati
Copot Skotlet Variasi, Pakai Minyak Kayu Putih atau Bensin?
Photo :
  • Istimewa
Pemasangan stiker motor.

VIVA – Salah satu cara mengubah penampilan sepeda motor yakni memasang stiker di bodi 'kuda besi' kesayangan. Saat ini pemasangan stiker sudah banyak dijajakan para pedagang aftermarket atau variasi.

Stiker yang tersedia terdiri dari berbagai jenis material, mulai dari scotchlite alias skotlet yang dibanderol dengan harga murah, hingga berbahan oracle yang dipasarkan dengan harga lebih mahal.

Bowo, pemilik toko variasi DWK Motor Poltangan Raya, Jakarta, mengatakan saat ini sudah jarang pengguna roda dua yang mengaplikasikan stiker berbahan skotlet pada tunggangannya. Karena sifat lemnya yang sangat lengket dan kuat.

"Sudah jarang yang pakai skotlet, karena sisa lemnya mudah tertinggal di bodi motor. Itu kalau mereka masangnya sendiri atau pasang bukan sama ahlinya," kata Bowo kepada VIVA di Jakarta, Jumat, 3 November 2017.

Karena sifat lem yang mudah merekat dan gampang tertinggal di bodi, pengguna tentu harus hati-hati dalam pengaplikasiannya. Sebab bisa-bisa cat bodi motor terangkat, baret dan berbagai macam masalah lainnya.

"Ya bisa saja sih, itu kan kalau enggak hati-hati masangnya. Makanya kan rata-rata beli stiker dipasang sama tokonya. Untuk pasangnya saja kami butuh waktu paling lama tuh tiga jam," ujarnya.

Tak hanya saat pemasangan, pada proses pencopotan atau melepas stiker bermaterial skotlet ini juga harus berhati-hati. Sebab bisa membuat cat rusak seperti noda mengelupas. "Makanya waktu ngelepas stiker skotlet itu kan harus hati-hati juga. Biasanya kami melepasnya pakai sanpoli atau bensin. Tapi yang bagus sih pakai sanpoli," kata dia.

Senada, penggawa GMS Motor Kemayoran Aris mengatakan mencopot stiker dengan berbagai jenis material disarankan menggunakan minyak kayu putih dan bensin. Hal itu agar tidak membuat bodi motor kusam lantaran bekas noda lem yang tertinggal.

"Umumnya sih kami pakai bensin karena dia murah. Kalau minyak kayu putih mahal, ngelepasnya harus pelan-pelan karena itu lem kan, jadi harus tahu tekniknya," tuturnya.

Dia juga menyarankan para pengguna, memasang maupun melepas stiker sebaiknya dilakukan oleh ahlinya alias tak dilakukan sendiri. Karena bisa jadi akan merugikan motor dan pemilik secara pribadi.

"Ya kalau enggak mau kenapa-kenapa sama motornya, mendingan dipasang dan dicopot sama tukang variasi. Kan mereka sudah punya alatnya, mereka juga dilatih juga untuk cutting stiker," kata dia. (ase)