Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 16:30 WIB
  • Viar Mulai Kerepotan Penuhi Permintaan Motor Listrik Q-1

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Viar Mulai Kerepotan Penuhi Permintaan Motor Listrik Q-1
Photo :
  • VIVA.co.id/Pius Mali
Komunitas pemilik motor listrik Viar Q1.

VIVA – Minat masyarakat Indonesia untuk menunggangi motor listrik terbukti cukup tinggi. Hal itu terlihat dari besarnya jumlah pemesanan motor listrik Q-1 yang diproduksi Viar Indonesia.

"Satu bulan rata-rata mencapai 150 sampai 200 unit di seluruh diler Viar di Indonesia. Kami genjot terus. Bahkan pembeli kini harus inden sampai satu setengah bulan," kata General Manager Viar Indonesia, Dimas Tommy Radityo kepada VIVA di Semarang, Rabu, 15 November 2017.

Dimas mengaku, banyaknya pemesan skuter listrik tersebut membuat produksi nasional terus ditingkatkan. Produksi yang dilakukan di pabrik Semarang itu kini mencapai 100 unit per bulan.

"Itu saja sudah cukup tinggi. Jadi indennya luar biasa. Apalagi kami luncurkan baru sekitar 2 Juni 2017," ujar dia.

Salah satu pemesanan terbesar, lanjut Dimas, adalah instansi pemerintahan. Seperti PT PLN di Jakarta yang memesan 500 unit untuk dipakai di wilayah kantor.

Viar pun memang lebih banyak memperkenalkan produk skutik listrik tersebut di sejumlah instansi pemerintah.

"Ya, kemarin Pak Ignasius Jonan (menteri ESDM) pesan dua unit. Kami perkenalkan ke Pak Anies Baswedan (gubernur DKI) juga," ujarnya.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap motor listrik, menurut dia, akan terus diimbangi dengan penyempurnaan serta inovasi produknya. "Ke depan bukan kuantitasnya saja, tapi kualitas juga kami perbaiki," katanya.

Hari ini, Viar Indonesia memperkenalkan produk motor listrik buatan mereka di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pria berambut putih itu bahkan mengaku kagum dengan produk motor listrik yang fashionable serta membantu kampanye pemerintah mewujudkan lingkungan 'go green'.

Dimas berharap agar ke depan produk motor ramah lingkungan itu bisa didukung dan terintegrasi dengan suplier-suplier lokal. "Tentu provinsi nanti bisa menjembatani, apalagi pabrik kami di Semarang," tuturnya. (art)