Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 11:37 WIB
  • Kenapa CRF150L Dijual Rp31 Jutaan, Padahal Pakai Mesin Verza

  • Oleh
    • Rendra Saputra
Kenapa CRF150L Dijual Rp31 Jutaan, Padahal Pakai Mesin Verza
Photo :
  • VIVA/Rendra
Honda CRF150L dites di Dago, Bandung oleh sejumlah jurnalis.

VIVA – Pencinta terabas alam kini mulai mendapat pilihan motor terbaru, Honda CRF150L, yang menggendong mesin berbasis Verza dan MegaPro. Honda menjual trail entry-level itu dengan banderol Rp31,8 juta on the road Jakarta. Sementara Verza dijual dengan harga mulai Rp18 jutaan dan MegaPro dengan harga Rp21 jutaan.

Meski menggunakan basis mesin yang sama dengan Verza dan MegaPro, tetapi ternyata penggunaan mesin tidak utuh 'plek' menempel di sasis. Sebab mesin CRF150L dibekali dengan sejumlah perbedaan meski mirip secara kasat mata. Hal ini pulalah salah satunya yang membuat CRF150L lebih istimewa hingga lebih mahal.

Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) Sarwono Edi mengatakan, meski mirip tetapi dapur pacu CRF150L lebih baik dari Verza maupun MegaPro. Hal itu terkait penggunaan, di mana CRF150L dirancang untuk mampu menerabas medan off-road dan mampu melahap jalanan aspal dengan baik atau on road.

“Perbedaannya ada pada silinder head, per klep, piston, camshaft dan crankcase-nya. Perbedaan itu didasari atas karakter mesin CRF ini power band mengandalkan di putaran mesin bawah dan tengah,” kata dia di Bandung, Jawa Barat.

Terdapat pula beberapa poin yang membuat banderol CRF150L ini menjadi mahal. Seperti pengaplikasian suspensi depan upside down, lalu pelek aluminium yang terkenal ringan namun tetap kokoh melibas medan terjal. Selain itu sensor di sistem injeksi PGM-Fi-nya lebih banyak dari Verza dan MegaPro.

Kata Edi, sistem injeksi yang ditanamkan pada CRF150L lebih komplet, yakni; IAT (Intake Air Temp) guna pengaturan suhu udara masuk, lalu sensor MAP (manifold absolute pressure) yang tugasnya membaca tekanan udara dan ada pula sensor IACV (idle air control valve) sebuah sensor yang bertugas mengatur stasioner dan TPS (Throttle Position Sensor).

Untuk rasio gear, jika Honda Verza menggunakan ukuran 14/41, pada CRF150L sebesar 15/49. Dengan begitu otomatis dapat mendukung distribusi tenaga di putaran awal dan tengah. Praktis pula CRF150L mempunyai torsi yang lebih besar dibanding Honda Verza dan MegaPro.

"Durasi dan overlap beda, didesain agar punya torsi lebih besar di putaran bawah sampai menengah,” lanjut dia.

Pada sensor kecepatan di Honda CRF150L bertengger pada crankcase bagian belakang dan membaca putaran counter shaft. Sementara pada Verza dan MegaPro masih menggunakan kabel speedometer di roda bagian depan.