Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 10:41 WIB
  • Test Ride Motor Listrik Yamaha E-Vino

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Pius Yosep Mali
Test Ride Motor Listrik Yamaha E-Vino
Photo :
  • VIVA.co.id/Pius Yosep Mali
Motor listrik Yamaha E-Vino.

VIVA – Beberapa waktu lalu, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing memperlihatkan sepeda motor listrik E-Vino di Tanah Air. Tak hanya dipamerkan kepada khalayak, motor ini juga sedang diuji coba oleh beberapa instansi swasta yang bekerja sama dengan Yamaha Indonesia.

Meski mengatakan belum ada rencana untuk menjualnya kepada konsumen. YIMM selaku pemegang merek resmi sepeda motor Yamaha di Indonesia mengajak awak medua untuk mencoba langsung skuter listrik mungil tersebut.

Uji coba ini berbeda dengan yang pernah dilakukan VIVA, lantaran memanfaatkan fasilitas lapangan tenis. Lokasi lapangan dipilih lantaran motor mungil tersebut diklaim aman dipakai di jalan raya maupun untuk kebutuhan dalam ruangan, seperti di dalam pabrik.

Kesan pertama saat menjajal skuter listrik Yamaha E-Vino adalah tampilannya yang sederhana. Bodinya yang mungil membuat jok hanya terasa nyaman jika dikendarai sendiri.

Fitur pada E-Vino tak ubahnya skuter matik konvensional, yang memiliki tuas untuk melaju di kanan dan tuas rem di sisi kiri kanan.

Yang berbeda adalah tombol pada panel instrumen. Tombol tersebut harus ditekan untuk memastikan motor siap berjalan.

Mengendarai E-Vino tak ubahnya skuter matik biasa, posisi duduk nyaman dan kaki bisa menapak sempurna ke jalan. Pengendara hanya perlu waspada soal tidak adanya bunyi dari knalpot, sehingga harus berhati-hati ketika akan mendahului.

Motor listrik Yamaha E-Vino.

Motor listrik Yamaha E-Vino (Foto: VIVA/Pius Mali)

Meski tak memiliki suara seperti mesin bensin, Yamaha sudah menyematkan klakson pada E-Vino, sehingga bisa menjadi tanda untuk pengendara lainnya.

Bermodalkan baterai Lithium-ion 50 Volt 12 Ampere hours, motor ini hanya bisa menempuh jarak 33 kilometer. Cukup untuk perjalanan dekat. Sayang, kecepatan maksimalnya hanya 45 kilometer per jam.

Selain itu, saat baterainya kehabisan pasokan listrik, pengendara harus berhenti selama tiga jam untuk mengisi ulang daya baterai. (hd)