Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 18 Juli 2017 | 11:26 WIB
  • Kenali Penyebab Jamur pada Mobil, Jangan Sepelekan

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Yunisa Herawati
Kenali Penyebab Jamur pada Mobil, Jangan Sepelekan
Photo :
  • SitusOtomotif
Kaca mobil yang berjamur

VIVA.co.id – Jamur menjadi salah satu sumber penyakit pada mobil jika Anda tidak melakukan perawatan dengan baik. Dan tak dipungkiri, keberadaan jamur pada mobil ini tentu akan sangat mengganggu pemandangan dan keindahan.

Memang, bila dilihat secara sepintas wujud jamur tidak terlihat dengan jelas. Namun bila dilihat secara seksama terlihat cat mobil tampak kusam. Parahnya, jika jamur ini didiamkan lama kelamaan akan merusak cat hingga mengelupas.

Dan tentu saja biaya pengecatan ulang mobil pun bakal menanti. Untuk itu, ada baiknya pemilik kendaraan mengetahui penyebab timbulnya jamur pada cat bodi mobil.

Penggawa Mobster Detail Studio, Oktavianus mengatakan bahwa jamur atau noda keputihan pada bodi mobil timbul karena proses pengeringan sehabis mencuci mobil tidak benar-benar kering.

"Penyebabnya, waktu habis nyuci, dikeringinnya enggak terlalu kering khususnya atap mobil karena terlalu malas. Sela-sela banyak air menggantung jadi saat netes air ya dicuekin," kata Oktavianus kepada VIVA.co.id di Jakarta, Selasa 18 Juli 2017.

Penyebab lainnya kata dia, mobil tidak buru-buru dibilas dan dikeringkan sehabis terkena hujan. Dalam waktu singkat akan muncul di permukaan bodi. Diketahui air hujan banyak mengandung asam sehingga itu menjadi musuh utama cat mobil.

"Makanya kalau kena air hujan langsung dibilas dan dikeringkan. Mobil lebih cepat berjamur kalau didiamkan karena hujan di kota besar cenderung hujan asam karena banyak polusi," tuturnya.

Menurut dia, mobil yang tidak memiliki paint protection atau perlindungan cat akan lebih rentan berjamur. Lebih jauh solusinya kata dia, mendatangi bengkel perawatan bodi mobil agar kendaraan lebih terlindungi. Konsumen bisa menanyakan proses pengerjaan pada bengkel tersebut.

"Kalau dilakukan orang awam sendiri nanti terjebak membeli obat penghilang jamur, malah jadi bahaya. Jangan terjebak sama produk penghilang jamur dengan harga murah," ujarnya.

Sementara, untuk perawatan cat mobil dia menyarankan agar pemilik kendaraan untuk merawat setiap jangka waktu empat atau enam bulan sekali. "Karena selain berbagai kasus terselesaikan, kendaraan bisa lebih terproteksi dari masalah jamur," kata dia. (ren)