Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 30 Agustus 2017 | 10:27 WIB
  • Isi Oli Mobil ke Motor, Siap-siap Turun Mesin

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Pius Yosep Mali
Isi Oli Mobil ke Motor, Siap-siap Turun Mesin
Photo :
  • VIVA.co.id/Yunisa Herawati
Bengkel servis motor Yamaha.

VIVA.co.id – Oli memiliki tugas untuk melumasi mesin dan komponen pada mobil dan motor. Cairan ini dirancang agar mampu mengurangi gesekan yang terjadi saat mesin dihidupkan dan komponennya mulai bekerja.

Meski fungsinya sama, oli mobil dan motor memiliki perbedaan, mulai dari spesifikasi, volume hingga tingkat kekentalan yang dibutuhkan oleh mesin.

Lantas, dapatkah oli mobil dipergunakan untuk mesin motor?

Lubricants Technical Manager PT Shell Indonesia, Shofwatuzzaki, mewanti-wanti bahwa menggunakan oli mobil untuk sepeda motor sangat berisiko.

"Kalau ditanya apakah oli mesin mobil dimasukkan ke motor langsung merusak, ya belum tentu. Hanya saja, oli mobil tidak didesain untuk melumasi bagian dalam mesin motor yang ada komponen transmisi dan koplingnya," kata pria yang akrab disapa Zaki tersebut di Jakarta.

Oli mobil, kata Zaki, tidak didesain untuk melumasi komponen tersebut. Selain itu, tidak dilakukan pengujian untuk melindungi komponen di dalam mesin motor.

"Yang ditakutkan adalah tidak sesuai, bikin kopling selip dan berpengaruh ke tenaga. Selip kopling tidak terkontrol, sehingga kampas kopling harus diganti lebih cepat. Ini bicara untuk sepeda motor kopling ya," ujar dia.

Untuk skuter matik, dikatakannya, memang risiko lebih kecil ketika menggunakan oli mobil. Hal ini lantaran di dalam blok mesin skutik tidak memiliki komponen serumit motor kopling.

"Kalau motor matik kan enggak ada komponen kopling di dalamnya. Tetapi, rekomendasi dari pabrikan motor matik sekarang sudah JASO MB, dan setahu saya oli mobil enggak ada yang memenuhi itu," kata dia.

"Oli motor ada spesifikasi tertentu untuk menjadikan gesekan rendah. Oli mobil tidak didesain untuk itu. Paling aman memang pakai oli yang spesifikasi sesuai rekomendasi pabrikan. Kalau pemilik motor mau coba-coba, ya risiko harus siap turun mesin," ujarnya. (ren)