Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 September 2017 | 13:28 WIB
  • Pertolongan Pertama Saat Pedal Gas Mobil Nyangkut

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Yunisa Herawati
Pertolongan Pertama Saat Pedal Gas Mobil Nyangkut
Photo :
  • onehowto
Pedal pada mobil matik

VIVA.co.id – Pedal gas pada mobil berfungsi untuk membuka aliran bahan bakar ke ruang mesin. Umumnya, pedal terhubung ke mesin melalui seutas kabel berbahan baja.

Meski sudah didesain agar dapat bekerja tanpa halangan, namun ada beberapa kasus, di mana pedal gas tidak mau kembali ke posisi awal. Alhasil, putaran mesin terus tinggi dan mobil melaju kencang tanpa kendali.

Lantas, bagaimana menghadapi kondisi seperti itu?

Instruktur Senior Indonesia Road Safety Agent, Poedyo Santosa mengatakan, saat pedal gas tertahan, pengemudi tetap harus menginjak rem kaki. Serta, tidak disarankan mengaktifkan rem tangan.

"Karena kalau pakai rem tangan, kemungkinan terjadi selip yang sangat besar, bagian belakang mobil akan lari ke depan dan mobil sulit dikendalikan," kata Poedyo kepada VIVA.co.id.

Dia menjelaskan bahwa dengan menginjak rem, mobil masih bisa dikendalikan, meski pedal gas tertahan. Bahkan, jika pedal rem diinjak dengan maksimal, mesin bisa mati dengan sendirinya.

"Jangan coba mematikan mesin melalui kunci kontak. Kalau ini dilakukan, rem tidak akan bekerja secara sempurna," ujarnya.

Sementara itu, menurut instruktur dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, saat pedal gas tertahan, pengemudi disarankan untuk tidak panik.

"Netralkan persneling, lalu injak kopling. Kalau mobil matik, netralkan posisi transmisi dan lakukan perlambatan sambil mencari posisi yang aman," tuturnya.

Apabila mobil sudah dalam kondisi berhenti, mesin mobil baru dimatikan. Jika mesin dimatikan saat mobil masih meluncur, maka akan mengganggu kinerja dari setir (power steering).

"Kalau mesin dimatikan lebih dulu, sistem setir akan gagal, tidak berfungsi maksimal. Rem akan turun kualitasnya, dan ini akan berbahaya bagi pengemudi. Pengemudi akan tambah panik dalam situasi itu," kata Jusri. (asp)