Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 13:08 WIB
  • Setel Rantai Terlalu Kencang Bikin Tenaga Motor Melorot

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Yunisa Herawati
Setel Rantai Terlalu Kencang Bikin Tenaga Motor Melorot
Photo :
  • selvi-aldriani.blogspot.com
Rantai motor.

VIVA.co.id – Bagi pengguna sepeda motor dengan penggerak rantai, pasti akrab dengan kondisi kendur. Jika mengalami kondisi demikian, tentu performa motor akan berkurang. Maka dibutuhkan perawatan yang benar agar kerja rantai tetap prima.

Biasanya yang dilakukan para pemilik motor adalah mendatangi bengkel untuk sekadar mengencangkan rantai. Bisa bengkel pinggir jalan, bengkel resmi, atau mengencangkan sendiri. Kalau dilakukan di bengkel resmi tentu aman, tetapi jika dilakukan sendiri di bengkel pinggir jalan, harus tahu kekencangan rantai yang dianjurkan.

Seperti dilansir OtomotifZone, ternyata menyetel rantai terlalu kencang atau tegang menyebabkan tenaga motor menurun. Ini bahkan sudah dibuktikan melalu dyno test pada sebuah motor balap. Hasilnya, 0,5-0,7 daya kuda hilang dari saat ketegangan rantai normal. Artinya rantai kelewat kencang menambah gesekan dan beban mesin.

Sebenarnya untuk mengecek kekencangan rantai adalah dengan memposisikan motor pada standar tengah, lalu gerakan rantai ke atas dan ke bawah. Rantai harus bisa bergerak naik turun sekitar dua sampai tiga sentimeter. Itu ukuran normal, jika kurang  dari itu, rantai dianggap terlalu tegang dan efeknya seperti disebutkan di atas.

Bisa Putus

Risiko lain yang bisa ditimbulkan akibat menyetel rantai terlalu kencang adalah putus saat digunakan. Menurut mekanik bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) Depok, Stanley, kesalahan dalam mengatur ketegangan juga kasus yang sering membuat rantai cepat putus.

Untuk itu, Stanley berharap pengendara motor yang menyetel sendiri tingkat ketegangan rantai dapat memerhatikan tingkat aturannya dengan melihat buku panduan. Atau jika tidak mau repot maka cukup datang saja ke bengkel. "Biasa putus karena aus, setelan kekencangan, kering dan karat," katanya kepada VIVA.co.id.

Agar meminimalisir terjadinya rantai motor putus di jalan, Anda dianjurkan rutin mengecek kondisi rantai dan gir roda. Apabila rantai maupun gir sudah mengalami aus karena pemakaian, sebaiknya diganti sekaligus secara bersamaan. "Kalau ada dana, ganti satu set berikut gir depan dan belakang," ungkapnya. (ren)