Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 17 September 2017 | 14:28 WIB
  • Jangan Salah Isi Freon AC Mobil, Dampaknya Parah

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Jangan Salah Isi Freon AC Mobil, Dampaknya Parah
Photo :
  • Driving.ca
Ilustrasi menyalakan AC mobil.

VIVA.co.id – Siapa sangka, jika freon yang bentuknya berupa gas, ternyata memiliki senyawa dan bahan kimia yang berbeda-beda. Ini juga termasuk pada AC mobil, baik yang edisi terkini, model lawas, maupun dengan AC rumah. 

Maka itu isi freon AC pun tak bisa sembarangan. Karena, salah-salah dapat menimbulkan masalah yang besar pada mobil Anda.

Menurut Agus Setiadi, penggawa Setia Karya AC mengatakan, ini bisa saja terjadi jika Anda melakukan isi freon pada bengkel-bengkel AC pinggir jalan. Sebab, jika salah menggunakan freon pada mobil, selain merusak beberapa komponen, semburan AC pun menjadi tak dingin.

“Anda masuk ke bengkel, tetapi isinya bukan freon R134a (kode freon mobil sekarang), malah diisi R22 (kode freon mobil lawas) ,atau R12, itu tidak cocok. Rata-rata pemilik mobil tidak tahu freon yang diisi itu salah,” ujar Agus Setiadi kepada VIVA.co.id.

Pria yang juga tergabung dalam Komunitas Toyota Calya Indonesia itu menambahkan, jika freon sampai salah isi, akibatnya bagian karet pada selang akan cepat bocor, atau dinginnya AC jauh berkurang. Sebab, ketiga kode AC tersebut mempunyai tekanan dan zat kimia yang berbeda-beda.

“Kami mempunyai alat diagnostic untuk membaca freon. Kalau R22 itu biasa digunakan AC rumah dan itu termasuk tipe lama yang sudah tidak boleh dipakai oleh Kementerian Lingkungan Hidup, karena dapat merusak ozon,” tuturnya.

Lantas, bagaimana jika pemilik mobil lawas ingin mengganti spesifikasi mobilnya agar dapat menggunakan freon yang dianjurkan pemerintah?

“Mobil lama yang masih R12 dan ingin diubah ke R134a seperti mobil sekarang itu bisa saja. Tapi kita melakukan ubahan di beberapa komponen, seperti oli kompresor, receiver drier kita ganti, baru bisa pakai R134a.  Jadi harus senyawa antara oli dan freon, karena oli kompresor akan ikut sistem dan muter,” sambungnya.