Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 28 September 2017 | 16:01 WIB
  • Radiator Diisi Air Sumur Bakal Rusak, Mitos atau Fakta

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Radiator Diisi Air Sumur Bakal Rusak, Mitos atau Fakta
Photo :
Mengisi air radiator.

VIVA.co.id – Radiator merupakan salah satu komponen yang krusial pada sebuah mobil. Tugasnya bertugas menjaga suhu mesin. Untuk bekerja dengan baik, radiator membutuhkan cairan coolant yang dipadu dengan air mineral biasa.

Namun masih banyak yang bertanya, apakah ketika air radiator mulai habis bisa ditambah dengan air sumur atau air bekas AC rumah yang kabarnya lebih bagus?

Menurut Dian, servis advisor bengkel resmi Nissan di Jakarta Barat, apabila mengalami kondisi demikian lebih bagus tambahkan dengan air mineral yang sudah dimasak atau air kemasan. Komposisinya tetap harus lebih banyak cairan coolant, yakni 70 persen. Sementara 30 persen lainnya bisa menggunakan air mineral.

"Kita di Nissan 50-50 antara coolant dan air mineral masih aman. Kalau ditambah air sumur, dalam jangka panjang pada dinding jalur air blok mesin ada kerak kuning putih. Dinding radiator enggak nempel karena dari aluminium," ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis 28 September 2017.

Cuaca tropis di Indonesia tentu yang menjadi alasan utama mengapa coolant radiator tidak digunakan hingga 100 persen. "Kalau tambah air coolant semua di dalam reservoir, jangan, dan itu enggak bagus juga karena terlalu kental," sambungnya.

Begitu juga penggunaan air bekas AC tidak dianjurkan. Karena air AC bekas rumah tidak bisa dipastikan bersih dari kotoran, terkecuali disuling terlebih dahulu seperti proses pembuatan air mineral.