Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 10:19 WIB
  • Bahaya Mengerikan Naik Motor Tak Pernah Pakai Masker

  • Oleh
    • Rendra Saputra
Bahaya Mengerikan Naik Motor Tak Pernah Pakai Masker
Photo :
  • VIVAnews/Hendra Zaimi
Pemkot Batam bagikan 230 ribu masker. Ilustrasi.

VIVA.co.id – Sebagian pengendara motor seringkali tak melengkapi dirinya dengan berbagai perlengkapan berkendara yang dianjurkan. Salah satunya adalah masker atau penutup mulut. Padahal itu penting agar menjaga kondisi kesehatan si pengendara tersebut.

Kasus ini sempat ramai di kalangan pencinta roda dua, di mana ada seorang biker asal Bandung, Jawa Barat, Yogi Prayogi, yang divonis mengalami gangguan paru-paru oleh Rumah Sakit Fatmawati karena semasa berkendara jarang memakai masker pelindung polusi. “Pihak RS Fatmawati bilang saya terkena polusi udara. Saat di Boromeus diuap untuk mengencerkan lendir yang mengendap di paru-paru,” terangnya.

Terkait hal ini dr. Adithia Kwee, spesialis penyakit paru mengatakan, masker sejatinya wajib dipakai bagi para pengendara roda dua. Mengingat jalan raya terdapat kandungan-kandungan berbahaya yang dapat terhirup dan tersimpan di dalam tubuh. 

Sebagai gambaran, tiap kendaraan bermotor melepaskan partikel berbahaya yang merupakan sisa pembakaran dari kendaraan. Gas-gas beracun seperti monoksida (CO), karbondioksida (CO2), Nitrogen (N),  bahkan hingga logam berat seperti timbal terkandung di dalam asap kendaraan bermotor.

"Anda mungkin tidak merasa gejala apa-apa pada saat ini. Tetapi batuk ringan, dan sesak napas merupakan efek yang dirasakan secara langsung akibat asap kendaraan bermotor. Masih banyak efek yang baru akan muncul di kemudian hari, seperti Penyakit Paru Obstrukf Kronik (PPOK) bahkan kanker," kata dia seperti dilansir Klikdokter.

Terkadang pengendara memang tak terlalu mementingkan dan kurang sadar akan efek dari asap kendaraan bermotor. Padahal sama bahayanya dengan asap rokok bagi kesehatan tubuh.

"Karena pada dasarnya asap kendaraan bermotor sama bahayanya dengan asap rokok terutama di kota kota besar seperti Jakarta. Dengan menggunakan masker, setiap pengendara motor sudah mengurangi risiko-risiko tersebut, sederhana bukan," katanya.